Beberapa spanduk protes terpampang di sepanjang jalan poros, berisi desakan agar kontraktor segera menuntaskan pekerjaan yang dianggap terlalu sering tertunda.
Di spanduk bertuliskan, “Kami warga Kenangan meminta kepada kontraktor agar segera menyelesaikan proyek gorong-gorong jalan poros Kenangan ini, jangan kerjanya banyak libur aja.”
Tulisan itu menjadi bentuk kekesalan warga yang merasa terganggu dengan proses pembangunan yang belum kunjung rampung.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda, Darmadi, mengatakan pihaknya telah meminta tim di lapangan untuk berkomunikasi langsung dengan warga agar situasi tetap kondusif.
“Kami sudah minta agar tim menyampaikan kondisi sebenarnya di lapangan, karena ada kendala teknis yang tidak bisa dihindari,” ujarnya, Senin (21/10/2025).
Menurut Darmadi, pekerjaan drainase di Jalan Kenangan terhambat karena kondisi lahan yang sempit, sehingga menyulitkan pergerakan alat berat. Selain itu, curah hujan yang tinggi membuat pekerjaan harus berhenti sementara waktu.
“Setiap kali hujan, air harus dikeringkan dulu sebelum bisa melanjutkan pekerjaan,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan proyek senilai Rp2,8 miliar itu tetap berjalan sesuai rencana. Hingga pertengahan Oktober, progres fisik telah mencapai sekitar 70 persen dari total panjang 94 meter. DPUPR juga telah meminta kontraktor menambah tenaga kerja agar target penyelesaian pada 3 Desember 2025 dapat tercapai.
“Kami berharap warga bisa memahami dan mendukung, karena drainase ini bagian dari sistem pengendalian banjir Sungai Pinang yang terhubung ke Sungai Karang Mumus,” tutupnya.
Editor: Erwin