Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang III Arief Murdiyanto yang menyebut regulasi ini menjadi bagian dari visi besar Pemprov Kaltim untuk membangun daerah yang cerdas dan berwawasan lingkungan.
“Raperda ini sangat penting karena menyentuh dua aspek mendasar, yaitu pendidikan dan lingkungan hidup. Melalui pendidikan kita siapkan generasi emas, dan melalui pengelolaan lingkungan kita jaga masa depan mereka,” ujar Arief kepada Korankaltim.com Selasa (21/10/2025).
Raperda Pendidikan diarahkan untuk memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar mampu bersaing di tingkat daerah, nasional hingga global. Pendidikan menjadi kunci utama dalam mewujudkan Kaltim Sukses Generasi Emas.
“Kami ingin memastikan sistem pendidikan Kaltim mampu mencetak generasi penerus yang unggul dan siap menghadapi tantangan zaman,” ucapnya.
Peningkatan SDM juga harus dibarengi dengan pemerataan sarana, prasarana dan peningkatan kualitas tenaga pendidik. “Pendidikan tidak hanya fokus pada siswa, tetapi juga guru dan dosen. Semua harus diperkuat agar pendidikan berjalan optimal,” sebut Arief lagi.
Raperda ini juga akan mengatur pembagian kewenangan antara provinsi dan kabupaten/kota. Pendidikan dasar hingga menengah menjadi tanggung jawab kabupaten/kota, sedangkan jenjang SMA/SMK dan SLB berada di bawah kewenangan provinsi. “Masing-masing memiliki peran yang harus disinergikan. Provinsi bertugas membina agar sistem pendidikan di seluruh daerah berjalan selaras,” jelasnya.
Raperda Lingkungan Hidup juga menjadi fokus penting karena Kaltim yang kaya sumber daya alam harus memiliki regulasi kuat agar pemanfaatannya tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.
“Kaltim memiliki kekayaan alam luar biasa, tapi kita juga harus bijak mengelolanya. Raperda ini memastikan pembangunan tidak merusak lingkungan,” ucapnya.
Prinsip keadilan terhadap alam harus menjadi dasar setiap kebijakan pembangunan. Dengan begitu, keberlanjutan sumber daya alam dapat dijaga hingga ke generasi mendatang. “Pembangunan yang baik adalah yang berpihak pada lingkungan. Kita ingin sumber daya alam tetap lestari agar bisa dinikmati anak cucu dimasa mendatang,” tutup Arief.
Editor: Aspian Nur