Revitalisasi Hampir Rampung, Pasar Pagi Siap Diresmikan Desember 2025
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Warga Kota Samarinda tak lama lagi dapat kembali berbelanja di Pasar Pagi dengan wajah barunya.
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Warga Kota Samarinda tak lama lagi dapat kembali berbelanja di Pasar Pagi dengan wajah barunya.
Revitalisasi pusat perdagangan tujuh lantai yang menjadi ikon ekonomi rakyat di jantung kota itu kini memasuki tahap akhir dan ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2025.
Sejumlah pekerja terlihat melakukan pembersihan area dan penyempurnaan akhir bangunan. Seluruh sistem utilitas, mulai dari air bersih hingga instalasi listrik, telah melalui uji coba dan dinyatakan siap digunakan.
Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Hero Mardamus Satyawan, bersama Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Samarinda Marnabas Patiroy, serta jajaran Dinas Perdagangan (Disdag) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pun meninjau langsung lokasi untuk memastikan kesiapan akhir sebelum pasar difungsikan kembali, Rabu (15/10/2025).
“Kesiapan sampai hari ini sudah hampir rampung, tinggal pembenahan kebersihan saja. Rencananya Desember akan diresmikan dan November pedagang mulai masuk,” ujar Sekkot Samarinda, Hero.
Seluruh fasilitas utama yang ada di lokasi dinyatakan sudah siap pakai. Sistem air bersih dan kelistrikan telah diuji dan berjalan normal sehingga pasar dapat segera beroperasi tanpa hambatan berarti.
“Untuk air dan listrik semuanya sudah oke, sudah kita tes dan hasilnya baik,” tambahnya.
Revitalisasi Pasar Pagi menjadi langkah strategis Pemkot Samarinda dalam menata ulang kawasan perdagangan yang dulu kerap dipandang kumuh.
Kini, pasar legendaris itu hadir dengan fasilitas modern tanpa kehilangan jati dirinya sebagai pusat ekonomi rakyat. Pengerjaannya pun dilakukan secara bertahap sejak 2023 dengan dukungan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Karena itu, diharapkan para pedagang yang akan menempati bangunan baru Pasar Pagi dapat menyesuaikan diri dengan aturan yang telah disiapkan pemerintah.
Ketertiban dalam berjualan dan kepatuhan terhadap zonasi menjadi kunci agar pasar ini tidak kembali semrawut seperti sebelumnya, sekaligus menciptakan suasana perdagangan yang nyaman dan tertata bagi semua pihak.
“Kadang pedagang merasa tempat dulu otomatis masih miliknya, ini harus kita atur kembali,” katanya.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Disdag Samarinda pada 2023, jumlah pedagang yang akan menempati bangunan baru Pasar Pagi mencapai sekitar 2.500 orang, terdiri dari pemilik Surat Keterangan Tempat Usaha Berdagang (SKTUB) serta pedagang yang selama ini berjualan di sekitar Jalan Tumenggung.
Dengan sistem pendataan by name by address, Pemkot Samarinda memastikan tidak ada celah bagi pihak mana pun untuk mengklaim atau menjual lapak kepada pedagang baru secara tidak resmi. Distribusi kios ditargetkan rampung sebelum akhir 2025.
Di saat bersamaan, pengaturan jalur akses dan area parkir tengah disiapkan agar aktivitas pasar tidak menimbulkan kepadatan lalu lintas di sekitar Jalan Gadjah Mada dan sekitarnya.
“Harapannya nanti para pedagang bisa tertib dan menyesuaikan dengan kondisi pasar yang baru,” tutupnya.
Editor: Erwin

Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG