Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda menurunkan Tim Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan untuk memeriksa sekaligus membongkar sebagian struktur yang retak.
Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPR Samarinda, Hendra Gunawan mengatakan perbaikan saat ini masih berada pada tahap pembongkaran sejak Selasa (14/10/2025). Pihaknya juga meninjau apakah dibutuhkan penanganan lebih kompleks.
“Kita perbaiki secara bertahap. Progres masih berada pada tahap pembongkaran hari ini sekaligus untuk meninjau apakah diperlukan penanganan lebih kompleks pada oprit. Hasilnya akan terlihat setelah dibongkar,” ujar Hendra, Rabu (15/10/2025).
Berdasarkan temuan awal, kerusakan diperkirakan muncul akibat konsolidasi tanah di bawah oprit yang menyebabkan penurunan. Bagian yang rusak saat ini hanya dinding penutup di sisi kiri dari arah Jalan AW Syahranie menuju Jalan Ir Juanda, bukan struktur penahan utama.
Sehingga, pembongkaran difokuskan pada segmen paling parah untuk meninjau kondisi bawah sekaligus memeriksa potensi masalah tambahan. “Struktur oprit masih aman. Nanti kita buat ulang dinding penutup yang sekarang retak,” kata Hendra.
Karena oprit berdiri terpisah dari flyover, dinding tersebut hanya berfungsi sebagai penutup, bukan penopang beban. Dugaan awal keretakan berasal dari penurunan tanah urugan di bawahnya.
“Karena dinding terdampak penurunan, makanya kami coba cek lagi setelah dibongkar nanti,” ungkap Hendra.
Meski pembongkaran berlangsung, flyover tetap aman dilintasi kendaraan karena pengerjaan dilakukan per segmen. Estimasi proses memakan waktu sekitar tiga hari, sementara penilaian lanjutan akan ditentukan setelah seluruh segmen diperiksa.
“Aman dilintasi karena pengerjaan hanya per segmen. Pembongkaran diperkirakan tiga hari, sedangkan assessment dilakukan setelah selesai,” ujarnya.
Dinas PUPR menargetkan pemeriksaan selesai pekan ini agar tim teknis dapat segera menindaklanjuti perbaikan flyover tanpa menunda kelancaran arus lalu lintas.
“Sambil diperiksa, kami cek ulang. Jadi tidak semua dibongkar, hanya bagian yang dianggap paling parah,” pungkasnya.
Editor: Erwin