Diketahui pekerjaan di Jalan Flamboyan merupakan bagian dari proyek lanjutan penanganan banjir di wilayah itu.
“Ini sebetulnya lanjutan pekerjaan untuk penanganan banjir di Jalan Flamboyan, Lepua. Pekerjaan utamanya berupa gorong-gorong selebar empat meter dengan panjang sekitar 20 meter,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kota Samarinda Ahmad Supriyadi saat ditemui Korankaltim.com di lokasi Senin (13/10/2025) hari ini.
Pekerjaan sebelumnya di segmen fotocrossing telah selesai dan hasilnya cukup efektif dalam menurunkan genangan air. "Alhamdulillah, penanganan di segmen crossing yang lebarnya empat meter sudah berjalan baik. Air sudah turun dan aliran berkembang,” ucap Ahmad lagi.
Namun saat melanjutkan pemasangan parit ke arah hulu sungai, tim di lapangan mengalami kendala karena keterbatasan ruang kerja.
“Di arah aliran sungai itu banyak tiang-tiang rumah warga, jadi tidak ada ruang lagi di sisi luar. Karena badan jalan sempit, sekitar lima sampai enam meter, kami terpaksa ambil sisi badan jalan untuk pengerjaan,” sebutnya.
Insiden amblesnya badan jalan disebabkan truk readymix yang melintas diatas area bekisting sebelum struktur tersebut mengeras. “Kebetulan waktu itu ada dua truk mixer lewat dan beban beratnya tidak bisa ditahan oleh badan jalan. Akhirnya bekisting kami ambruk,” papar Ahmad.
Setelah insiden itu, Dinas PUPR memutuskan untuk mengubah metode kerja agar lebih aman. “Metode selanjutnya, pekerjaan gorong-gorong akan dibuat dua modul atas dan bawah. Setelah digali dua sampai tiga meter, modul bawah langsung dipasang lalu ditutup dengan modul atas,” ungkapnya.
Target perbaikan bisa selesai dalam waktu singkat. “Estimasi kami lima hari sudah bisa dilewati kendaraan ringan. Untuk mobil besar seperti mixer mungkin butuh waktu seminggu lebih,” jelasnya.
Selama pekerjaan berlangsung, arus lalu lintas akan diberlakukan sistem buka-tutup. Kendaraan roda dua masih dapat melintas, sementara roda empat harus menunggu hingga kondisi jalan kembali normal.
Editor: Aspian Nur