Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 13.00 WITA itu menyebabkan arus lalu lintas di kawasan tersebut padat dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
Nanang, warga asli RT 10 Jalan Flamboyan menjelaskan, amblesnya sebagian jalan membuat akses menyempit hanya tersisa sekitar satu meter sehingga kendaraan roda empat tidak bisa melintas.
“Jalan ini penuh, padat sekali. Sekarang cuma roda dua yang bisa lewat. Roda empat sudah nggak bisa lagi,” ujar Nanang saat di temui dilokasi Senin (13/10/2025).
Antrean kendaraan sempat mengular panjang pada Sabtu sore pasca amblesnya jalan. Warga setempat bahkan terpaksa turun tangan untuk mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan total.
“Waktu hari Sabtu itu, antrian penuh di sini. Kami warga sampai jaga jalan sampai jam 12 malam,” ungkapnya.
Penjagaan dilakukan secara bergantian selama dua malam berturut-turut. “Kami jaga terus sampai jalanan sepi baru berhenti. Soalnya rawan kalau malam,” ucap Nanang.
Tidak ada jalur alternatif untuk kendaraan roda empat di wilayah tersebut. Jalur terdekat hanya bisa ditempuh lewat Lebakong dan jalan tambang. “Kalau roda empat nggak bisa lewat sini, harus mutar ke Loa Bakung, tembus ke jalan tambang,” jelasnya.
Sementara Rizky, sopir mobil pick up, mengaku terpaksa memutar jauh karena tidak bisa melewati Jalan Flamboyan saat hendak mengantar barang.
"Saya mau kirim barang ke daerah Flamboyan, tapi nggak bisa lewat. Akhirnya mutar lewat Loa Bakung, tambah hampir setengah jam perjalanan,” ujarnya.
Diharaokan perbaikan segera selesai dilakukan agar akses kembali normal.
Editor Aspian Nur