Generasi Muda di Kaltim Didorong Jadi Motor Penggerak Pertanian Modern
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin, menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam mendorong kemajuan sektor pertanian.
Menurutnya, regenerasi petani menjadi kunci untuk menjaga ketahanan pangan, khususnya dalam menyambut pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang akan meningkatkan kebutuhan pangan secara signifikan.
“Selama ini pertanian masih dianggap jauh dari minat anak muda. Namun di Kutai Kartanegara, sudah mulai tumbuh komunitas Gen Z yang menunjukkan ketertarikan dan keterlibatan dalam bidang ini,” ujar Salehuddin, Jumat (10/10/2025).
Lanjutnya, kelompok-kelompok muda ini telah memperoleh pembinaan serta dukungan sarana dari pemerintah dan sejumlah perusahaan.
Ia menekankan perlunya transformasi pandangan terhadap pertanian.
Salehuddin berpendapat sektor ini harus dipahami sebagai bidang yang dinamis dan terbuka terhadap inovasi, bukan sekadar pekerjaan tradisional yang identik dengan cara-cara lama.
“Sudah saatnya kita mengubah cara pandang. Pertanian modern bisa memanfaatkan teknologi seperti Internet of Things (IoT), sistem irigasi cerdas, serta pengelolaan data digital untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi,” jelasnya.
Ia juga menyoroti peluang besar yang terbuka berkat pembangunan IKN. Kebutuhan bahan pangan yang melonjak akan menciptakan pasar yang luas bagi hasil pertanian, perikanan, dan perkebunan lokal.
Dalam konteks ini, generasi muda harus diberi ruang untuk mengambil peran lebih besar sebagai pelaku utama.
“Kalau kita arahkan dengan tepat, pemuda bisa menjadi motor penggerak sektor ini. Apalagi dengan tren pertanian berbasis teknologi, anak-anak muda pasti lebih cepat beradaptasi,” tegas politisi asal Kukar tersebut.
Di sisi lain, Salehuddin menilai dukungan pemerintah perlu diperkuat, tidak hanya dalam bentuk program formal, tapi juga lewat pembinaan yang berkesinambungan.
Hal ini penting agar anak muda merasa bahwa bertani adalah pilihan karier yang menjanjikan dan membanggakan.
“Harus ada komitmen nyata dari pemerintah dalam mendukung keterlibatan pemuda. Konsistensi ini akan memberi keyakinan bahwa pertanian bukan sektor yang tertinggal, tapi justru sangat strategis di masa depan,” tutupnya.
Dengan adanya partisipasi aktif generasi muda, Salehuddin optimistis Kaltim dapat memperkuat posisi sektor pertanian sebagai fondasi utama perekonomian daerah, sekaligus menjawab tantangan pangan nasional di tengah pembangunan IKN dan laju modernisasi.
Editor: Erwin









