Korban yang telah bekerja selama sekitar satu tahun di proyek tersebut, diduga meninggal akibat penyakit jantung yang sudah lama dideritanya.
Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh rekan kerjanya, Basori. Ia mengatakan awalnya merasa curiga karena korban tak kunjung keluar dari kamar mandi meski sudah cukup lama berada di dalam.
“Teman saya kerja di bawah, saya di atas. Dia manggil saya karena dia lama di dalam WC, enggak keluar-keluar,” ujar Basori saat ditemui di lokasi kejadian.
Merasa khawatir, Basori kemudian turun dari lantai atas dan memeriksa kamar mandi tersebut. Saat pintu berhasil dibuka, ia mendapati korban sudah dalam keadaan terbaring tak sadarkan diri.
“Begitu saya lihat, teman saya sudah terbaring. Saya langsung kaget dan panggil yang lain,” tambahnya.
Setelah memastikan kondisi korban tak bergerak, Basori segera menghubungi mandor proyek untuk melaporkan kejadian tersebut.
“Saya langsung telepon mandor. Pemandor langsung datang ke lokasi,” katanya.
Menurut keterangan sejumlah rekan kerja, korban sebelumnya memang diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. “Sudah lama sakitnya, katanya ada penyakit jantung,” terangnya.
Tak lama setelah kejadian, pihak kepolisian mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jasad korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Mandor proyek yang turut dimintai keterangan membenarkan korban telah bekerja di proyek tersebut selama kurang lebih satu tahun.
“Dia sudah setahun kerja di sini, selama ini enggak pernah ada masalah. Cuma memang katanya punya riwayat sakit,” ujarnya Deri
Korban diketahui berasal dari kawasan Indonesia Timur dan dikenal sebagai pekerja yang rajin serta ramah oleh rekan-rekannya.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jasad Hardiyan masih menunggu konfirmasi dari pihak keluarga apakah akan dibawa ke kampung halaman atau di makamkan di Samarinda.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pekerja dan pengelola proyek agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan di lingkungan kerja, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis.
Editor: Erwin