Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, akurasi data penerima manfaat menjadi kunci utama agar program berjalan tepat sasaran.
Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 24 di Gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Samarinda Seberang, Gus Ipul menekankan pentingnya seluruh lembaga, dan pemerintah daerah mengacu pada satu data terpadu yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS).
“Kalau datanya sama dan diverifikasi dari bawah, kita bisa tahu siapa yang benar-benar membutuhkan. Pemutakhiran harus rutin dan butuh partisipasi dari daerah, mulai RT, RW, kelurahan sampai provinsi,” ujar Gus Ipul, Selasa, (7/10/2025).
Ia juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak menyusun program di luar Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan terus memperbarui data berdasarkan desil satu dan dua, yang menjadi sasaran utama program SR.
“Kita harus fokus pada DTSEN. Data itu dinamis, bisa berubah setiap hari karena ada warga yang lahir, wafat, atau berpindah. Karena itu perlu pemutakhiran terus-menerus,” tegasnya.
Gus Ipul menyebut Kaltim termasuk provinsi dengan capaian baik dalam penurunan kemiskinan dan pembukaan lapangan kerja. Namun demikian, masih ada kelompok masyarakat yang belum tersentuh pembangunan.
“Mereka yang berada di desil satu dan dua perlu mendapat perhatian. SR jadi cara membantu anak-anak yang belum sempat bersekolah agar bisa kembali belajar,” katanya.
Sebagaimana diketahui, tahun ini pemerintah pusat akan membangun 100 SR permanen berasrama di seluruh Indonesia. Di Samarinda, pembangunan direncanakan di kawasan Stadion Palaran.
Setiap sekolah akan menampung hingga 1.000 siswa per jenjang, dilengkapi asrama guru, ruang belajar, laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas olahraga.
“Selama pembangunan berlangsung, kegiatan belajar di lokasi sementara tetap dilanjutkan. Pemerintah juga menanggung penuh kebutuhan siswa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, teknologi asesmen di SR juga mampu memetakan bakat dan potensi siswa sejak dini. Data ini membantu guru membimbing anak sesuai minat mereka agar bisa melanjutkan pendidikan atau langsung bekerja setelah lulus.
“Untuk jenjang SD memang masih terbatas, tapi animo masyarakat terus meningkat. Insyaallah tahun depan akan lebih banyak yang bergabung,” katanya.
Untuk diketahui, SRT 24 Samarinda memiliki 96 siswa atau empat rombongan belajar (Rombel). Rombel tersebut terdiri dari 48 siswa SMP dan 48 siswa SMA.
Editor: Erwin