Setelah melakukan peninjauan dan pendataan di lapangan, mereka membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak.
Kepala Bidang Pelindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Samarinda Syahidin Ahmad menjelaskan mereka langsung turun ke lokasi sesaat setelah kebakaran terjadi. Berdasarkan hasil investigasi, jumlah warga yang terdampak mencapai puluhan kepala keluarga.
“Dapur umum ini sudah berjalan tiga hari sejak pasca kebakaran. Dari hasil pendataan kami, ada sekitar 67 kepala keluarga dengan jumlah sekitar 180 jiwa yang menjadi korban,” jelas Syahidin kepada Korankaltim.com Sabtu (04/10/2025).
Dapur umum dibuka karena jumlah rumah yang terbakar lebih dari 20 unit dan itu sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan bencana yang berlaku di Dinas Sosial.
"Kalau diatas 20 rumah yang terdampak, kami wajib buka dapur umum. Kami fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, terutama makanan bagi warga yang terdampak,” jelasnya.
Dapur umum yang didirikan Dinsos melayani kebutuhan makanan warga sebanyak 600 porsi per hari, yang disiapkan tiga kali waktu makan—pagi, siang, dan malam. "Sekali masak kami siapkan 200 bungkus atau 200 porsi. Jadi totalnya 600 porsi setiap hari,” jelasnya.
Operasional dapur umum direncanakan berlangsung tiga hari, namun Dinsos siap memperpanjang masa layanan jika ada permintaan dari pihak kecamatan atau kelurahan setempat. “Kalau ada permintaan untuk diperpanjang, kami siap. Prinsipnya kami ingin memastikan warga terdampak tetap terpenuhi kebutuhan dasarnya,” tegasnya.
Untuk menjalankan dapur umum ini, Dinsos Samarinda menerjunkan sekitar 30 personel yang dibagi dalam tiga shift kerja agar pelayanan tetap berjalan maksimal. Selain bantuan makanan, Dinsos juga melakukan pemantauan terhadap kondisi pengungsian dan memastikan koordinasi dengan pihak terkait berjalan baik.
"Kami berkomitmen hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana. Semua personel bekerja dengan sistem bergiliran agar dapur umum tetap beroperasi optimal,” pungkas Syahidin .
Editor: Aspian Nur