Inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam menghadirkan manfaat sosial berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli menegaskan kebun gizi bukan hanya penyediaan pangan sehat, melainkan juga sarana pemberdayaan masyarakat.
“Kebun Gizi Lansia ini bukan sekadar program ketahanan pangan, tetapi juga penggerak pemberdayaan. PLN mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDGs 5 tentang Kesetaraan Gender dan SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak serta Pertumbuhan Ekonomi. Kami berharap inisiatif ini dapat diperluas ke wilayah lain,” jelas Chaliq dalam rilis tertulisnya, Minggu (28/9/2025).
Ketua Srikandi PLN UID Kaltimra, Rekha Fajarwati Al Khamdilah, menambahkan bahwa program ini tidak hanya berhenti pada pembangunan fasilitas, melainkan juga pada peningkatan kapasitas masyarakat.
“Melalui kebun gizi ini, ibu-ibu dan lansia mendapatkan keterampilan baru dalam bercocok tanam. Harapannya, mereka bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri, lebih sehat, dan produktif. Kami percaya ketika perempuan diberdayakan, dampaknya akan meluas ke keluarga dan lingkungan sekitar,” tutur Rekha.
Kebun gizi tersebut dikelola dengan sistem hidroponik yang ramah lingkungan dan mudah diadaptasi masyarakat. Selain menghasilkan pangan sehat, program ini membuka ruang pemberdayaan bagi perempuan, ibu rumah tangga, dan lansia agar tetap produktif, sehat, dan berdaya secara sosial maupun ekonomi.
Kamalia (60), seorang ibu rumah tangga peserta pelatihan kebun gizi, menyampaikan rasa syukur atas dukungan PLN.
“Alhamdulillah, kami sangat senang dengan adanya kebun gizi di lingkungan kami. Biasanya kami hanya membeli hasil panen orang lain di pasar, tetapi kini bisa memanen sendiri bahkan menjualnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kesejahteraan Kelurahan Sempaja Utara, Isnaniah, menilai program ini hadir tepat sasaran karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok lansia.
“Program ini memberi ruang produktif bagi lansia agar tetap sehat, aktif, dan bermanfaat,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kebun, program ini menjadi ruang belajar bersama yang menumbuhkan solidaritas, kemandirian, dan semangat baru bagi masyarakat. Kehadiran Kebun Gizi Lansia di Sempaja Utara membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan dan lansia mampu membawa perubahan nyata, mulai dari pangan sehat hingga kehidupan yang lebih berkualitas. (*)
Editor: Erwin