Lima jembatan besar yang melintasi sungai utama Kalimantan Timur (Kaltim) kini dipantau non-stop untuk memastikan keselamatan navigasi.
Jembatan Mahakam, Mahakam Ulu, Achmad Amins, Martadipura, dan Jembatan Tenggarong dilengkapi kamera pengawas yang beroperasi 24 jam.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi benturan kapal dengan pilar jembatan, yang pernah terjadi di masa lalu.
Senior Manager Wilayah IV PT Pelindo Jasa Maritim, Al Abrar, menyebut lalu lintas kapal di bawah jembatan tersebut sangat tinggi. Bahkan, dalam sehari rata-rata sekitar 200 kapal yang melintas di alur Sungai Mahakam.
“Per titik jembatan bisa sekitar 40 kapal, baik yang bermuatan maupun kosong,” jelasnya, Kamis (25/9/2025).
Menurutnya, pemanfaatan teknologi pemantauan menjadi kunci. CCTV tak hanya membantu memandu pengolongan kapal di bawah jembatan, tetapi juga mendeteksi insiden kecil yang berpotensi mengganggu keselamatan.
“Kami bisa mengetahui ancaman sekecil apa pun. Namun untuk hal-hal di luar kendali kami, seperti tali penarik tongkang putus, itu bukan kewenangan kami,” kata Abrar.
Selain sistem kamera, PT Pelindo Jasa Maritim juga menyiagakan armada kapal tunda yang beroperasi siang dan malam. Kapal tunda escort, towing, hingga assist siap membantu proses pengolongan kapal di jalur sungai yang sempit dan padat tersebut.
Sementara itu, pengaturan kapasitas muatan kapal yang melintas sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda.
“Untuk jadwalnya, kapal bermuatan kami atur lewat saat air pasang. Sedangkan yang kosong lebih fleksibel,” tambahnya.
Dengan sistem berlapis ini, SPJM berharap lalu lintas pelayaran di Sungai Mahakam tetap aman dan lancar, sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Editor: Erwin