Kepala Bidang Pelayaran Dishub Provinsi Kaltim, Ahmad Maslihuddin, bahwa dua tempat rencana penambatan kapal ini berada di Sungai Lais, Kecamatan Sungai Kapih, dan di Kecamatan Sungai Kunjang.
“Dua lokasi ini sudah kita survei, dan di lihat ada potensi. Seperti di wilayah hulu, sebelum kapal pengolongan (Jembatan Mahakam), kita akan siapkan area tambat di dekat dermaga pelabuhan Sungai Kunjang,” ujar Maslihuddin, Kamis (25/9/2025).
Terlebih di area tersebut, menurutnya masih terdapat aset lahan milik Pemprov Kaltim. Selain itu, ke depan akan dibuat sekitar 10 titik atau lebih untuk tiang tambat yang dapat dimanfaatkan oleh kapal-kapal, tetapi harus sesuai dengan hasil Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED).
“Karena perencanaannya ini baru kita buat di APBD Perubahan, di awal Oktober mulai penyusunan studi kelayakannya jadi masih kita tunggu hasilnya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Maslihuddin menuturkan, untuk rencana pembangunan tiang tambat di kawasan Sungai Lais, lokasi yang dipilih memang sebelum Jembatan Achmad Amins. Sehingga bagi kapal-kapal yang berasal dari hilir ingin ke hulu Sungai Mahakam bisa bersandar sementara disana.
“Secara areal juga kawasan rencana tiang tambat lebih luas di Sungai Lais, dengan bentang yang dapat dimanfaatkan sepanjang 1 km,” katanya.
Apalagi di kawasan tersebut masih kosong, sehingga berpotensi dimanfaatkan untuk pemasangan tiang tambat atau tiang dolphin. Sehingga setelah dibangun kapal yang melintas dapat bersandar sebelum melanjutkan pelayaran.
“Pembangunan tiang tambat ini memang berpotensi untuk pendapatan daerah, dan kita sudah melakukan diskusi bersama PT. MBS dan lembaga terkait,” terangnya.
Editor: Erwin