Pernyataan ini disampaikannya usai menggelar pertemuan dengan manajemen Borneo FC dan PT i.League di Balai Kota, Senin (22/9/2025).
Dalam pertemuan tersebut, PT i.League menyampaikan kemungkinan Samarinda akan ditunjuk sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kompetisi sepak bola tingkat nasional.
Namun, terdapat dua catatan penting yang menjadi perhatian utama untuk perbaikan, yakni kualitas pencahayaan stadion serta kondisi lapangan.
“PT i.League mencatat dua hal. Pertama soal lampu, yang dibutuhkan minimal 1.600 lux, sementara kondisi eksisting kita baru sekitar 1.000. Kedua, kondisi lapangan yang harus ditingkatkan melalui pemeliharaan secara benar agar memenuhi standar,” jelasnya.
Terkait penerangan, Pemkot Samarinda sudah menyiapkan rencana peningkatan fasilitas. Dua opsi yang tengah dikaji, yaitu memperkuat tiang lampu yang ada atau membangun struktur baru untuk menopang pencahayaan sesuai standar.
“Apakah menggunakan tiang eksisting dengan penguatan, atau membangun tiang baru, keduanya siap. Kami menunggu hasil rekomendasi konsultan teknis. Prinsipnya, kami ingin semua sesuai standar,” tegasnya.
Untuk kondisi lapangan, khususnya rumput, Andi menekankan perbaikan akan dilakukan secara optimal tanpa lagi menunggu pihak lain.
Dirinya sudah menginstruksikan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) untuk menyusun perencanaan peningkatan kualitas stadion.
“Komitmen kami, tahun 2026 semua kekurangan fasilitas Stadion Segiri akan dibenahi secara maksimal. Kami memberikan garansi kepada PT i.League bahwa Samarinda siap menjadi tuan rumah,” ujarnya.
Andi menambahkan, event nasional yang rencananya digelar Desember 2026 memberi waktu cukup bagi Pemkot Samarinda untuk menyelesaikan perbaikan.
Ia optimistis perbaikan rumput bisa tuntas sebelum pelaksanaan, sementara untuk lampu, pihaknya menyiapkan metode kerja agar pergantian dapat dilakukan cepat tanpa mengganggu jadwal.
“Jadi, PT i.League tidak perlu ragu. Samarinda siap memberikan dukungan penuh agar Borneo FC dan Kota Samarinda ditunjuk sebagai tuan rumah,” pungkasnya.
Editor: Erwin