Hal ini dilakukan setelah adanya keluhan pelanggan yang menilai petugas lamban menindaklanjuti aduan hingga membengkaknya tagihan pengguna jargas.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan bahwa berencana pembentukan tim gerak cepat agar keluhan warga bisa ditangani segera.
"Ke depan juga harus jelas kantornya di mana, agar warga bisa langsung mendapat pelayanan. Apalagi ada penambahan sambungan, tim gerak cepat mutlak dibutuhkan,” tegasnya, Senin (22/9/2025).
Sebelumnya, saat Korankaltim.com melakukan penelusuran ke rumah warga di Jalan Jelawat, Gang 5, RT 8, beberapa pelanggan mengaku puas, namun ada juga yang mengeluhkan biaya bulanan yang membengkak.
Salah satu warga Rohana, ia menilai jargas lebih hemat dibanding tabung elpiji. pemasangan jargas telah terpasang di rumahnya sejak 2021 dan hingga kini masih digunakan.
Menurutnya, sistem ini lebih praktis karena tinggal pakai tanpa harus repot memasang ulang setiap kali digunakan.
“Tinggal pakai, tidak perlu pasang-pasang lagi. Per bulan paling Rp20 ribu, kebetulan ini juga rumah saya sendiri,” ujar Rohana.
Ketertarikannya pada jargas muncul karena pemerintah menjamin keamanan, pemasangan dilakukan gratis, dan pembayaran dihitung sesuai frekuensi pemakaian.
“Dulu pihak pemerintah datang ke sini menawarkan, bilang jargas tidak berbahaya, jadi saya tertarik akhirnya pasang,” ungkapnya.
Namun, pengalaman berbeda dirasakan Agustina. Ia mengaku biaya yang harus dibayarnya kadang jauh lebih tinggi dari perkiraan awal.
“Awalnya memang murah, tapi kadang turun, kadang naik. Saya juga tidak selalu masak, jadi sempat tidak pakai sebulan, tapi tagihan tetap Rp700 ribu dan disuruh cicil. Akhirnya saya minta cabut, petugas datang sebulan kemudian,” keluh Agustina.
Keluhan lain muncul terkait layanan pengaduan. Agustina mengaku telah beberapa kali melaporkan tingginya pembayaran jargas, namun tidak ada tindak lanjut.
Dia pun berharap petugas memastikan tidak ada kebocoran dan memberi kesempatan warga untuk memeriksa sendiri demi keamanan.
“Harusnya ketika ada beginian petugas datang, pastikan apakah ada kebocoran. Saya mau cek sendiri, jelas takut karena saya tidak tahu bagaimana,” pungkasnya.
Editor: Erwin