Terbukti, pengendara motor yang parkir di kawasan balai kota harus kehilangan helm saat pemiliknya sedang mengurus pekerjaan.
Adalah Tini, wanita berusia 23 tahun yang kepada Korankaltim.com Rabu (10/9/2025) hari ini menyampaikan perihal kehilangan helm miliknya dari atas motor yang diparkir Selasa (9/9/2025) petang kemarin sekitar pukul 17.46 WITA.
Di kawasan itu sebenarnya ada lebih dari dua petugas keamanan atau security yang berjaga, tetapi pengawasan mereka terpusat di pos satpam dekat parkiran kendaraan pejabat, hanya beberapa meter dari titik hilangnya helm tempat parkiran motor untuk umum.
“Saya kaget di area seperti balai kota ternyata helm bisa hilang juga ternyata. Lebih aneh lagi, CCTV yang terpasang ternyata tidak bisa digunakan. Terus gunanya buat apa?,” kata Tini yang berprofesi sebagai jurnalis ini.
Kehilangan helm menurut Tini bukan sekadar masalah kecil. Menurutnya, jika barang sesederhana helm saja bisa raib di gedung yang menjadi pusat pemerintahan, tentu hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan barang-barang lain yang lebih penting.
Kejadian ini kembali menyoroti pengelolaan keamanan di balai Kota Samarinda yang perlu dievaluasi secara menyeluruh, agar tidak menimbulkan celah bagi tindak pencurian maupun kerugian aset lain.
“Kalau di kantor pemerintahan saja helm bisa hilang, bagaimana dengan keamanan barang-barang lain yang lebih penting? Rasanya sistem pengawasan disini harus dievaluasi serius,” tegas Tini.
Peristiwa hilangnya helm ini bukan pertama kali terjadi di kawasan kantor pemerintahan. Sistem penjagaan di balai kota tampak belum pernah dievaluasi. Beberapa titik memang dilengkapi CCTV, namun perangkat tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Seorang petugas keamanan yang ditemui media ini mengaku tidak mengetahui peristiwa tersebut. Bahkan saat dimintai bantuan untuk membuka rekaman CCTV, ia meminta si pemilik helm yang hilang membuat surat keterangan kehilangan terlebih dahulu.
“Kami tidak bisa membuka CCTV karena itu punya bagian umum, harus buat surat keterangan kehilangan dulu,” katanya singkat.
Pantauan media ini menunjukkan beberapa unit CCTV terpasang di area kantin dan tangga menuju musala. Namun setelah ditelusuri perangkat itu rupanya hanya sebatas pajangan dan tidak bisa dijadikan barang bukti.
Editor: Aspian Nur