Launching buku digelar Selasa (9/9/2025) yang dikemas dalam seminar oleh Pusat Studi Antikorupsi Universitas Mulawarman (Unmul) di Integrated Laboratory Unmul, Jalan Long Apari, Gunung Kelua, Samarinda.
Akademisi Unmul Herdiansyah Hamzah yang akrab disapa Castro menulis buku itu bersama Orin Gusta Andini. Dijelaskan Castro, buku yang mereka buat hadir untuk mendokumentasikan peristiwa penting dalam kontestasi demokrasi di daerah.
“Sebagai isu yang sempat kontroversial, terutama soal masa jabatan kepala daerah, diskursus ini penting dipindahkan ke ruang akademik. Harapannya, generasi berikutnya bisa belajar dari pengalaman tersebut sekaligus menjadi masukan bagi penyusunan regulasi baru,” kata Castro kepada Korankaltim.com disela peluncuran buku.
Regulasi terkait periodisasi masa jabatan kepala daerah disebutnya lemah, terutama bagi pejabat yang berhenti di tengah jalan. Kekosongan aturan ini menjadi celah yang akhirnya ditafsirkan MK dan melahirkan polemik hingga pembatalan hasil Pilkada di sejumlah daerah, termasuk Kukar.
Selain soal masa jabatan, buku ini juga mengulas isu politik dinasti. Ditegaskan Castro, dukungannya bukan kepada sosok pribadi Edi Damansyah melainkan pada gagasan menolak praktik politik dinasti.
“Politik dinasti itu berbahaya bagi demokrasi. Check and balance tidak mungkin berjalan bila kekuasaan hanya berputar di lingkaran keluarga. Banyak riset, termasuk tesis di London School of Economics, menyimpulkan politik dinasti erat kaitannya dengan praktik korupsi,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur