Instruksi itu juga berlaku bagi keluarga pejabat untuk menahan diri dari perilaku pamer atau flexing.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun menilai imbauan tersebut tepat. Menurutnya, pejabat seharusnya tampil sebagai teladan sejak dulu bukan hanya saat ini saja.
“Flexing sama sekali tidak ada faedahnya bagi rakyat. Kita justru mendorong bagaimana para pejabat memberi manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Andi Harun, Jumat (5/8/2025).
Fenomena flexing, mulai dari pamer perhiasan, tas hingga kendaraan mewah, kerap menuai sorotan publik. Andi Harun menyebut perilaku itu hanya memperlebar jarak antara pemimpin dan rakyat, bahkan bisa menggerus dukungan publik terutama dalam hal pembangunan.
“Kalau masyarakat merasa jauh secara psikologis maupun sosial, tentu sulit bagi pemimpin untuk mendapat dukungan,” jelasnya.
Ia juga menolak anggapan memamerkan barang mewah sah-sah saja karena dibeli dengan uang pribadi.
“Masyarakat punya cara pandang berbeda. Jadi jangan bikin masyarakat berjarak dengan kita. Jauh lebih bagus tampil biasa saja, dan kalaupun punya simpan saja di rumah tidak perlu dipamerkan,” ujarnya.
Menurutnya, kesederhanaan jauh lebih bermanfaat ketimbang memamerkan harta benda kepada publik.
“Selama jadi pemimpin dan pejabat mari tunjukkan hal berfaedah dari sekadar aksesoris yang mempertajam memperjauh jarak antara pemimpin dengan masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Erwin