Sebelumnya diketahui dalam pelaksanaannya, program ini berdasarkan Pergub Nomor 27 tahun 2025 tentang Fasilitas Pemberian Pembiayaan Pemilik Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Pemprov Kaltim bekerja sama bersama empat bank yakni, BTN, BTN Syariah, Bankaltimtara dan Mandiri.
Kepala Dinas PUPR-PERA Provinsi Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menyampaikan di tahun ini pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 10 miliar yang ditargetkan untuk seribu unit rumah subsidi.
Menurutnya, setiap orang yang akan membeli rumah baik subsidi maupun tidak pastinya mendapat beban administrasi tersebut.
“Biaya administrasi ini biasanya terdiri dari biaya notaris, biaya provisi, administrasi bank, akta jual beli, dan lainnya yang nilainya cukup besar sekitar Rp 10 juta dan ini ditanggung oleh pembeli,” ujar Firnanda, Jumat (29/8/2025).
Lanjutnya, selama ini pembeli yang notabene adalah masyarakat berpenghasilan rendah, maka Pemprov Kaltim berupaya membantu menggratiskan untuk biaya administrasi.
Firnanda menuturkan, jika ditotal dari biaya rumah subsidi rata-rata berkisar diangka Rp185 juta, ditambah Rp10 juta, maka bebannya bertambah menjadi Rp195 juta.
“Maka dari itu, yang Rp 10 juta ini kita tanggung untuk mengurangi beban masyarakat yang ingin memiliki rumah,” ucapnya.
Firnanda mengatakan apabila ternyata antusias masyarakat yang ingin memiliki rumah lebih dari target 1.000 unit di tahun ini, maka pihaknya akan menyiapkan lagi anggaran dan menanggung biaya tersebut di anggaran berikutnya.
“Jadi setiap anggaran nantinya kita siapkan lagi dana untuk program ini. Seperti di tahun 2026 saja, kita sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk menanggung biaya administrasi dua ribu unit rumah,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan berdasarkan dari data di tahun lalu pembelian rumah subsidi di Kaltim mencapai 2.000 unit. Oleh karena itu, karena program ini baru berjalan di akhir tahun maka pihaknya baru menyediakan sekitar 1.000 unit.
“Yang jelas kita akan siapkan terus anggaran untuk keperluan program gratis biaya administrasi rumah, jika kurang pasti akan kita tambah,” tuturnya.
Editor: Erwin