Musda ini diproyeksikan menjadi ajang penyatuan lima versi kepengurusan KNPI yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.
Ketua Karteker DPD KNPI Kaltim, Aris Nur Huda, menegaskan bahwa Musda kali ini memiliki misi lebih besar dari sekadar pemilihan ketua baru. Pasalnya, pihaknya ingin memulihkan soliditas pemuda Kaltim.
“Musda ke-14 ini bukan hanya soal suksesi kepemimpinan, tapi momentum merajut kembali persatuan di tengah dinamika lima versi KNPI yang sempat terbelah,” ungkapnya, Selasa (26/8/2025).
Lanjutnya, keterlibatan seluruh organisasi kepemudaan (OKP) di Kaltim menjadi kunci keberhasilan Musda ini. DPD KNPI membuka pintu selebar-lebarnya bagi semua kader terbaik untuk berkompetisi sehat dalam memilih ketua baru.
“Siapa pun yang memenuhi syarat dipersilakan mendaftar. Kami ingin Musda ini inklusif, terbuka, dan menjadi wadah bersama,” tegasnya.
Dengan mengusung tema “Sinergi Pemuda untuk Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas”, Musda KNPI Kaltim akan menggabungkan agenda politik organisasi dan forum pemikiran strategis.
Selain pemilihan ketua, akan digelar Simposium Kepemudaan yang membahas dua isu utama, kedaulatan pangan dan kemandirian energi, sejalan dengan visi pembangunan daerah dan kebijakan nasional.
Pemerintah Provinsi Kaltim memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Musda ini. Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim dijadwalkan hadir dalam pembukaan sebagai bentuk komitmen bersama mendorong lahirnya kepemimpinan pemuda yang kuat.
Ketua Steering Committee Musda, Huda menjelaskan proses pendaftaran calon formatur sudah resmi dibuka mulai 26 Agustus 2025.
Calon ketua diwajibkan memenuhi sejumlah syarat, termasuk memiliki rekam jejak di organisasi kepemudaan, mendapatkan dukungan minimal dari 1 DPD KNPI kabupaten/kota dan 10 OKP tingkat provinsi, melampirkan SKCK, surat bebas narkoba, serta menyertakan biaya pendaftaran Rp50 juta sebagai bentuk swadaya pelaksanaan Musda.
“Musda kali ini diharapkan melahirkan kepemimpinan baru yang mampu mengakhiri dualisme dan menyatukan potensi pemuda Kaltim. Ini momentum penting, karena pemuda harus solid dalam menghadapi tantangan besar menuju Generasi Emas 2045,” pungkasnya.
Editor: Erwin