Asap hitam pekat
membubung tinggi. Warga yang panik berlarian keluar rumah bahkan
sejumlah orang terlihat menenteng ember dan baskom berisi air, mencoba
memadamkan api dengan alat seadanya.
Irfan, penjaga rumah yang
menjadi saksi pertama munculnya api menceritakan, beberapa menit sebelum
kebakaran terdengar suara ledakan dari kamar lantai dua kamar sebelah
kiri.
“Tiba-tiba ada suara dari loteng. Begitu saya lihat, api
sudah besar sekali. Saya langsung teriak minta tolong warga,” ucap
Irfan.
Kondisi makin mencekam saat beredar kabar ada seorang
anak terjebak di dalam rumah. Dua orang tetangga nekat menerobos kepulan
asap untuk menyelamatkannya. Beruntung, sang anak berhasil dievakuasi
dengan selamat sebelum api melahap seluruh bagian bangunan.
Kepala
Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Samarinda, Teguh
Wardana, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 09.25 WITA.
Sebanyak tujuh unit mobil pemadam dari empat posko dikerahkan ke lokasi.
“Akses
jalan sempit dan minim sumber air menjadi kendala utama. Tapi berkat
kerja sama tim dan bantuan warga, api berhasil dipadamkan dalam waktu
sekitar satu jam,” jelasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa
ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik, namun penyebab
pastinya masih menunggu hasil investigasi pihak kepolisian.
Editor: Aspian Nur