Kegiatan doa bersama juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH. Jamaluddin (Guru Jamal) dan KH. Muhammad Zhofaruddin (Guru Udin).
Dalam sambutannya, Gubernur Kaltim H. Rudy Mas’ud menyampaikan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan serta mengajak masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam mengisi kemerdekaan dengan doa dan karya nyata.
“Alhamdulillah, puji syukur marilah senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena dengan limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul di Masjid Nurul Mu’minin untuk melaksanakan Salat Dzuhur berjamaah dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia,” ucapnya.
Rudy menegaskan bahwa usia 80 tahun kemerdekaan adalah momentum berharga untuk memperkokoh persatuan bangsa sekaligus ikhtiar spiritual agar pembangunan di Kalimantan Timur senantiasa mendapat ridha Allah SWT.
“Kegiatan doa bersama ini menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada kerja keras fisik dan kebijakan semata, tetapi juga pada kekuatan doa. Dengan doa, kita berharap segala program pembangunan di Kalimantan Timur berjalan lancar, diridai, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menyatukan semangat mewujudkan Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Doa bersama tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan, kebersamaan, serta semangat gotong royong yang diwariskan para pendiri bangsa.(*/hend/dfa)