Tiga kios ludes terbakar dan dua lainnya rusak parah, mengulang musibah serupa yang pernah terjadi tahun lalu pada tanggal yang sama, 10 Agustus 2024.
Rencana rehabilitasi pun langsung disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk memastikan keamanan pasar ke depannya. “Saat ini perencanaan sedang disusun,” kata Wali Kota Samarinda Andi Harun kepada Korankaltim.com Senin (11/8/2025) hari ini.
Upaya mitigasi pasar tradisional legendaris di Kota Tepian ini akan diwujudkan melalui rehabilitasi menyeluruh yang direncanakan mulai tahun 2026 mendatang dan lebih mengutamakan kepentingan pedagang lama.
Upaya ini bertujuan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman dengan bangunan sesuai prinsip konstruksi serta pengaturan zona pasar yang jelas. Selain itu, pembaruan tersebut juga mengutamakan aspek sosial, ekonomi dan kenyamanan pengunjung.
“Kami tidak membangun pasar melebihi dua lantai supaya tata ruang zonasi dan pengolahan limbah air bisa diterapkan dengan baik,” ucap Andi Harun lagi.
Sebagai langkah jangka pendek, Pemkot Samarinda akan membantu pedagang terdampak agar segera bisa kembali beroperasi. Untuk jangka panjang, rehabilitasi total tetap menjadi prioritas.
Pemkot berharap dukungan pedagang, karena pasar yang nyaman dan baik akan menarik lebih banyak pengunjung serta berdampak positif secara ekonomi. “Masyarakat kini ingin berbelanja di tempat yang sehat, aman, tanpa bau atau becek, dan minim risiko musibah akibat tata ruang dan utilitas yang berantakan,” sebutnya.
Semua pedagang diminta rutin memeriksa kabel dan stop kontak di lapak mereka karena sering ditemukan sambungan longgar atau rusak akibat gigitan tikus dan faktor lain yang berpotensi membahayakan keselamatan. “Mari biasakan mengurus lapak dan memeriksa semua utilitas. Sambungan kabel yang berlebihan harus diamankan agar tidak mudah memicu kebakaran,” ucap Andi Harun.
Kurangnya sosialisasi diakui Andi Harun membuat pedagang kurang paham mengenai keamanan listrik, sehingga pemerintah bertanggung jawab memberi edukasi dan pengawasan. “Musibah tidak bisa dijamin tidak terjadi, tapi mitigasi harus dilakukan bersama pemerintah dan pedagang,” tegasnya.
Penataan zona dagang juga menjadi solusi jangka panjang. Selama ini, perbaikan pasar hanya dilakukan parsial dan Andi Harun berharap langkah ini bisa meningkatkan keamanan pedagang dan pengunjung Pasar Segiri. “Tahun lalu kami perbaiki bagian yang terbakar, sisanya bangunan lama. Sekarang kebakaran lagi, lalu dibangun zona baru. Jadinya seperti tambal sulam,” papar Andi Harun.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda Nurrahmani menjelaskan lapak yang kosong akibat pedagang tidak aktif bisa dimanfaatkan oleh pedagang lain yang lapaknya terdampak kebakaran. “Biasanya, pengelola pasar langsung berkomunikasi dengan pedagang yang ingin menempati lapak kosong tersebut,” kata Nurrahmani.
Editor: Aspian Nur