Si jago merah mulai berkobar sekitar pukul 23.50 WITA menghanguskan sedikitnya 10 unit rumah dan satu gudang penyimpanan arsip kelurahan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Samarinda, Hendra AH, mengatakan akses sempit di dalam gang menjadi kendala petugas menjangkau titik api. Namun, lokasi yang cukup dekat dengan jalan raya memudahkan mobilisasi unit pemadam.
“Data sementara ada sekitar 10 rumah terbakar. Penanganan berlangsung sekitar satu setengah jam dengan dukungan tiga posko pemadam, relawan kota, dan bantuan dari Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya, Minggu (10/8/2025).
Sementara itu, Ketua RT 14, Syaiful Bahri, menyebut api diduga berasal dari bagian belakang permukiman. Penyebab pastinya masih diselidiki. “Tidak ada suara ledakan. Tahu-tahu api sudah besar. Sebagian besar rumah terbuat dari kayu,” katanya.
Gudang arsip kelurahan yang terbakar digunakan untuk penyimpanan sementara. Beruntung, sebagian besar dokumen telah diambil sebelumnya. Dari total rumah yang terdampak, diperkirakan ada 15 pintu, termasuk rumah kosong.
Syaiful memastikan tidak ada korban jiwa. “Alhamdulillah semua warga berhasil diungsikan. Ada tujuh kepala keluarga terdampak, jumlah jiwa masih kami data,” tambahnya.
Diakuinya, warga sempat memadamkan api dengan mesin pompa lingkungan, namun jarak sumber air yang jauh membuat usaha tak maksimal. Selanjutnya, mereka menghubungi PMK dan sejumlah relawan seperti Regana dan Sumalindo.
Rencananya, pihak RT bersama FKPM, LPM, dan Babinsa akan mendirikan posko bantuan di Sekretariat RT. Dinas Sosial diharapkan menyiapkan tempat tinggal sementara bagi para korban.
Editor: Erwin