Lokasinya strategis, berada tepat di seberang Pasar Merdeka dan dirancang menjadi sentra perdagangan buah yang tertata dan nyaman.
Pasar ini akan mengusung konsep semi drive thru yang memungkinkan pembeli memarkir kendaraan langsung di depan kios. Dengan begitu, proses jual beli diharapkan lebih efisien dan kondusif.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Nurrahmani menyampaikan bahwa proyek ini belum dapat dirampungkan dalam waktu dekat. Meskipun anggaran sudah dialokasikan pada 2024 dan 2025, penyelesaiannya baru ditargetkan rampung pada 2026.
“Pada 2025 ini meskipun dananya dialokasikan penuh, tetap belum rampung. Jadi penyelesaiannya kita targetkan pada 2026,” ujar Nurrahmani yang akrab disapa Yama.
Rinciannya, anggaran pada 2024 sebesar Rp3 miliar. Kemudian pada 2025, Disdag kembali mengusulkan Rp6 miliar, tetapi mengalami rasionalisasi sebesar Rp1 miliar, sehingga yang terealisasi hanya Rp5 miliar. Total kebutuhan proyek berdasarkan Detail Engineering Design (DED) lebih dari Rp11 miliar.
“Dananya memang besar, tapi kebutuhannya ternyata tidak sampai sebanyak itu. Ada efisiensi. Karena walaupun kami anggarkan penuh sekalipun, tetap belum bisa selesai juga,” jelasnya.
Pembangunan tahap kedua ditargetkan mencapai progres 90 persen pada 2025 ini. Sebanyak 69 lapak telah disiapkan khusus untuk pedagang buah.
Terkait penempatan pedagang, Disdag Samarinda sempat mewacanakan relokasi dari kawasan Dermaga Tepian Mahakam, namun rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah juga tengah mendata jumlah pedagang yang akan masuk ke pasar baru ini.
“Kami masih mendata jumlah pedagang yang akan masuk. Tapi yang pasti, peruntukan pasar ini memang untuk pedagang buah,” ujarnya.
Yama memastikan prioritas tetap diberikan kepada pedagang yang selama ini berjualan di kawasan dermaga. Namun, pedagang dari kawasan lain juga tetap difasilitasi.
Selama ini aktivitas jual beli buah masih tersebar di berbagai titik, mulai dari kawasan Dermaga Tepian Mahakam, Jalan Kemakmuran, hingga beberapa lapak yang muncul di tepi jalan.
Kehadiran pasar ini pun diharapkan mampu merelokasi sekaligus merapikan sebaran pedagang agar lebih terpusat dan tertib.
“Kita tetap memprioritaskan pedagang di dermaga, tanpa mengesampingkan pedagang lainnya, termasuk yang di Jalan Kemakmuran,” pungkasnya.
Editor: Erwin