Langkah ini diambil sebagai respons atas lonjakan harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut, yang dipicu oleh kekeringan dan menyusutnya debit air di hulu Sungai Mahakam. Kondisi ini menyebabkan jalur distribusi logistik menuju daerah pedalaman terganggu bahkan terisolasi.
“Pemkab Mahulu sudah menetapkan status siaga bencana kekeringan di dua kecamatan, Long Apari dan Long Pahangai sejak 28 Juli. Pemprov langsung bergerak menyiapkan bantuan,” ujar Analisis Kebijakan Ahli Muda BPBD Kaltim, Sugeng Priyanto, Kamis (31/7/2025).
Pada tahap awal, BPBD bersama Dinas Pertanian dan Bulog akan mendistribusikan 68,5 ton beras. Sementara Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim juga akan mengirimkan gula dan minyak goreng untuk mendukung pelaksanaan operasi pasar.
Saat ini akses sungai ke Long Apari dan Long Pahangai tidak dapat dilalui akibat penyusutan debit air. Oleh karena itu, pihaknya tengah mengupayakan pendistribusian melalui jalur udara menggunakan helikopter.
“Namun penggunaan helikopter masih berproses. Sembari itu, kami juga akan mencoba jalur darat untuk menjangkau area yang memungkinkan,” jelasnya.
Dirinya berharap kondisi cuaca segera membaik dan hujan turun di wilayah hulu Mahakam agar jalur sungai kembali dapat digunakan.
“Dengan begitu, bantuan bisa segera sampai ke masyarakat yang terdampak kekeringan,” pungkasnya.
Editor: Erwin