Sebelumnya diketahui, ruangan fisioterapi di lantai dua gedung Poliklinik RSUD AWS Samarinda sempat mengalami kebakaran pada pukul 02.30 WITA. Kejadian tersebut berdampak hingga ke Ruang Dikti atau aula rapat di lantai tiga.
Usai melakukan tinjauan ke RSUD AWS Samarinda, Seno Aji menyampaikan perlu dilakukan pengecekan kembali aliran-aliran listrik yang ada. "Sebab ini merupakan bangunan yang tua, otomatis kabel dan saklar ada yang getas atau sudah putus," ujar Seno.
Pihaknya meminta manajemen agar melibatkan konsultan independen guna mengecek semua aliran listrik di rumah sakit daerah tersebut. "Sebab ini sangat penting, karena berkaitan dengan manusia dan kesehatan. Makanya kita minta rumah sakit melakukan pengecekan secara general termasuk alat proteksi kebakarannya," ujar Seno lagi.
Ruangan yang terbakar itu memang bukan merupakan area aktif atau bisa disebut aktif pada siang hari. "Ruangan yang terbakar juga merupakan ruangan diskusi bagi koas dan perawat," paparnya.
Sehingga akibat insiden kebakaran ini memang tidak begitu mengganggu aktivitas pelayanan disana. "Setiap sore juga sebenarnya sudah ada penjaga yang selalu mengecek. Dan msmang saat kejadian alarm kebakaran berbunyi baru penjaga keamanan mengetahui ada kebakaran di lantai dua," jelas Seno.
Editor: Aspian Nur