Perlindungan Terhadap Anak di Kaltim Tak Cukup dengan Anggaran Rp400 Juta Setahun
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Minimnya alokasi anggaran untuk perlindungan anak mendapat sorotan dari DPRD Kaltim.
Diketahui dalam satu tahun Pemerintah Provinsi Kaltim menyediakan anggaran sebesar Rp400 Juta, hal mana yang disayangkan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Andi Satya Adi Saputra.
Andi berharap pemprov lebih serius memperhatikan perlindungan anak, terutama melalui penambahan anggaran mengingat anggaran sebesar itu belum mampu menjawab tantangan dan kompleksitas persoalan perlindungan anak di daerah.
“Dengan persoalan yang terus berkembang, angka Rp400 Juta jelas belum mencukupi. Kami mendorong agar pemerintah dan DPRD lebih serius mengalokasikan anggaran untuk isu ini,” tegas Andi kepada Korankaltim.com Sabtu (26/7/2025).
Program perlindungan anak akan sulit diimplementasikan maksimal tanpa dukungan dana yang memadai. “Sebagus apapun programnya, kalau anggarannya tidak mendukung, hasilnya tidak akan optimal,” sebutnya.
Tak hanya itu, Andi juga menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap regulasi yang sudah ada. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak-Hak Anak dinilainya sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman.
“Perda ini sudah cukup lama, lebih dari 10 tahun. Kami akan kaji apakah masih sesuai dengan situasi sekarang. Kalau tidak, tentu harus diperbarui atau diganti,” papar politisi Golkar ini.
Peningkatan kasus kekerasan terhadap anak serta pelanggaran hak-hak anak menunjukkan pentingnya regulasi yang lebih adaptif terutama di tengah perubahan sosial dan kemajuan teknologi.
Sebagai komisi yang membidangi isu kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan, Komisi IV DPRD Kaltim mendorong lahirnya kebijakan yang lebih inklusif dan berpihak pada kelompok rentan, khususnya anak-anak dan perempuan.
“Revisi perda ini kami harapkan menjadi pijakan awal untuk merumuskan kebijakan yang lebih partisipatif dan kontekstual, demi perlindungan anak yang lebih efektif di masa depan,” tutup Andi.
Editor: Aspian Nur









