Pandangan ini disuarakan dalam Tabligh Akbar dan Haul ke-40 KH Muhammad Sani, pendiri Pondok Pesantren Al-Falah Banjarbaru, yang digelar Ikatan Keluarga Alumni Al-Falah (IKA Al-Falah) wilayah Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimtara) di Masjid Nurul Mu’minin, lingkungan Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (19/7/2025) malam.
Peringatan ini menjadi ruang penguatan komitmen alumni untuk menghadirkan kembali warisan pesantren ke ruang-ruang sosial.
“Ini juga menjadi bukti cinta dan rindu kami kepada sosok lautan ilmu, guru kami, guru kita semua,” ucap Ketua IKA Al-Falah Kaltimtara, Desman Minang Endianto.
Desman, yang juga anggota DPRD Kutai Kartanegara, menegaskan bahwa KH Muhammad Sani bukan hanya pendiri pesantren, tapi juga pembangun peradaban.
Keteladanan, keikhlasan, dan semangat perjuangannya menjadi bekal penting para santri yang kini tersebar di berbagai penjuru negeri.
Karena itu, haul ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi ruang perenungan dan penguatan spiritual. Nilai-nilai pesantren perlu tetap hidup dan menjawab tantangan zaman, termasuk dalam peran kebangsaan yang kini diemban para alumni.
“Semoga kita semua mampu melanjutkan jejak kebaikan yang beliau tinggalkan dan terus membawa nilai-nilai pesantren ke tengah masyarakat agar cahayanya tetap bersinar dan memberi manfaat,” lanjutnya.
Tabligh akbar tersebut juga menghadirkan Tuan Guru Ilham Humaidi sebagai penceramah utama. Ia merupakan khadim Majelis As-Shofa Banjarmasin, serta alumni dan dewan guru Pondok Pesantren Al-Falah Putera Banjarbaru.
Kehadirannya memperkuat nilai silaturahmi dan semangat keilmuan dalam peringatan tersebut, sekaligus menjadi bagian dari upaya merawat nilai-nilai pesantren di ruang publik melalui pesan-pesan yang disampaikan.
Alumni Pondok Pesantren Al-Falah kini tersebar di berbagai bidang. Bagi mereka, pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga titik awal pembentukan karakter dan peran sosial.
Haul ini pun menjadi pengingat bahwa perjuangan KH Muhammad Sani terus mengalir dalam kontribusi para murid dan alumninya hingga hari ini.
“Semoga kita terus membawa nilai-nilai pesantren ke tengah masyarakat agar cahayanya tetap bersinar dan memberi manfaat,” tutup Desman.
Editor: Erwin