Hal ini ditegaskan anggota DPRD Kaltim Guntur yang menyebut kunci utama dari swasembada pangan adalah petani. “Kalau tidak ada petani, dari mana bisa mendapatkan pangan? Petani adalah sumber utama,” ujar Guntur kepada Korankaltim.com Kamis (10/7/2025).
Untuk mencapai target tersebut ada beberapa indikator penting yang harus dipenuhi diantaranya adalah kehadiran petani milenial, ketersediaan pupuk dan peran aktif penyuluh pertanian.
“Petani perlu didampingi oleh penyuluh agar bisa mengetahui secara tepat apa yang dibutuhkan. Sama seperti manusia, tanaman itu hidup, jadi ia juga memiliki kebutuhan agar bisa tumbuh dengan baik,” jelasnya.
Guntur mengibaratkan tanaman seperti manusia yang membutuhkan gizi seimbang. “Kalau manusia butuh empat sehat lima sempurna, tanaman pun begitu, perlu unsur yang seimbang. Kalau kebutuhannya tidak terpenuhi, ya tanaman bisa rusak atau bahkan mati,” sebut Guntur.
Pengelolaan keasaman atau potential of hydrogen (pH) tanah juga jadi bagian penting. “Kalau tanah terlalu asam tanpa diberi kapur, tanaman tidak akan tumbuh. Inilah pentingnya kita paham kebutuhan dasar tanaman di setiap daerah,” katanya.
Mahalnya harga pupuk dan minimnya alat pertanian sebagai tantangan besar juga jadi sorotan. “Banyak anak muda yang mau jadi petani, tapi alatnya tidak ada. Mau nyangkul pakai apa? Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Guntur.
Politisi PDI-Perjuangan itu mengingatkan kebutuhan petani di satu daerah bisa berbeda dengan daerah lain di Kaltim, sehingga pendekatan harus disesuaikan.
“Jangan bicara swasembada pangan kalau belum memahami kebutuhan kelompok tani di lapangan,” tutup Guntur.
Editor: Aspian Nur