Sebagian masyarakat yang bermukim disana harus bergantung pada perusahaan air minum milik swasta demi memenuhi kebutuhan air bersihnya.
Terkait hal itu anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda Joha Fajal berharap air bersih di tahun 2025 ini bisa mengalir di Palaran, terlebih saat ini PDAM sedang mengerjakan pemasangan pipa induk untuk daerah tersebut.
"Dari tahun 2023 masih banyak kelurahan yang belum terpasang pipa induknya, untuk 2025 akan dipasang di Bukuan," ujar Joha kepada Korankaltim.com Senin (7/7/2025) hari ini. "Setelah itu baru pemasangan pipa menuju ke setiap rumah," imbuhnya.
Anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan pemasangan pipa tersebut telah diajukan untuk tahun 2025. "Kalau untuk masangnya tergantung, mudah mudahan bisa tahun ini," harapnya.
Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu menepis kabar yang beredar kalau lambannya PDAM Tirta Kencana Samarinda mendistribusikan air bersih ke Palaran dikarenakan terdapat perusahaan air milik swasta. Perusahaan swasta tersebut secara terbuka menurut Joha menerima kehadiran PDAM dan akan menyerahkan segalanya kepada masyarakat.
Terpisah, Asisten Manajer Humas PDAM Tirta Kencana Samarinda Khaidir Fadly mengatakan mereka masih menunggu dari APBN terkait pemasangan pipa menuju rumah warga. "Karena dana yang dibutuhkan sangat besar, jadi kami menunggu dari APBN," ungkap Khaidir.
"Kami telah mengusulkan program pemasangan pipa skunder dan Sambungan Langganan (SL) yang sudah terverifikasi di lapangan melalui Inpres nomor 1 Tahun 2024 tentang percepatan penyediaan air minum dan layanan pengelolaaan air limbah domestik dengan pembiayaan yang bersumber dari APBN," imbuhnya.
Sehingga saat ini sudah ada 4000 warga yang terdata mendaftar berlangganan PDAM. "Di Kelurahan Rawa Makmur sendiri sudah ada beberapa yang berlangganan," jelasnya.
Dirinya menekankan bahwa perusahaan air minum milik swasta tersebut hanya ada di Kelurahan Bukuan.
PDAM menginginkan pemasangan pipa yang menuju rumah masyarakat bisa segera mungkin dilaksanakan, agar bisa menjadi membantu warga mendapatkan air bersih.
Editor: Aspian Nur