Kegiatan ini menjadi simbol solidaritas masyarakat Samarinda terhadap penderitaan rakyat Palestina yang hingga kini masih menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Aksi dimulai dari halaman Masjid Al Maruf Jalan dr Soetomo, kemudian bergerak menuju perempatan Jalan Hasan Basri sebelum kembali ke titik awal. Sejak pukul 07.00 WITA, peserta telah memadati area masjid dengan mengenakan atribut khas Palestina serta membawa spanduk dan poster bertema kemanusiaan.
Lebih dari 40 lembaga dan komunitas lintas latar belakang turut berpartisipasi dalam aksi ini. Mereka terdiri atas organisasi kemanusiaan, lembaga zakat, organisasi mahasiswa, organisasi masyarakat Islam, hingga komunitas masyarakat sipil.
“Aksi ini merupakan bentuk kepedulian nyata dari masyarakat Samarinda terhadap saudara-saudara kita di Palestina. Kami ingin menunjukkan bahwa perjuangan mereka tidak pernah sendiri,” ujar salah satu orator dari Rumah Zakat dalam pernyataan sikap.
Turut menyampaikan orasi kemanusiaan perwakilan dari LAZ Provinsi DPU, Damai Aqsha, organisasi mahasiswa PUSDIMA, BEM Perguruan Tinggi, KAMMI, SALIMAH, IKADI, serta JSIT Indonesia. Seluruh perwakilan menyerukan agar masyarakat Indonesia terus konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina melalui berbagai bentuk kontribusi damai.
Kegiatan ini tak hanya menampilkan longmarch, tetapi juga diisi dengan doa bersama, pembacaan puisi, serta penyerahan simbolis dukungan moral dan material dari masyarakat Samarinda.
Koordinator aksi Samarinda for Gaza menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik semangat kolektif untuk terus menyuarakan keadilan dan kemanusiaan, serta mendorong publik agar lebih peduli terhadap kondisi global, khususnya di wilayah konflik seperti Palestina.
“Kami tidak ingin aksi ini menjadi satu-satunya. Ini harus jadi awal dari gerakan jangka panjang yang terus menyuarakan kemanusiaan. Kita harus terus berisik, terus peduli, dan terus terlibat dalam perjuangan rakyat Palestina,” tegasnya.
Aksi berakhir pada pukul 11.30 WITA dalam suasana damai dan tertib. Seluruh peserta membubarkan diri dengan membawa semangat untuk terus menyalakan kepedulian terhadap isu kemanusiaan, serta memperkuat solidaritas lintas kelompok di tengah perbedaan.
Editor: Erwin