Menanggapi hal ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Baharuddin Muin, menyampaikan keprihatinannya, yang menilai persoalan tersebut bisa menjadi ancaman serius jika tidak segera ditangani.
“Ini harus menjadi perhatian bersama. Apalagi jika praktiknya sudah ada yang mengoordinasikan. Tentu itu sangat meresahkan, mengingat IKN adalah kawasan strategis nasional,” ujarnya, Minggu (22/6/2025).
Sorotan terhadap aktivitas prostitusi di Kecamatan Sepaku mencuat setelah jajaran Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengamankan wanita yang diduga terlibat dalam praktik tersebut beberapa waktu lalu.
Baharuddin menekankan bahwa penyebaran aktivitas tersebut di wilayah sekitar IKN sebaiknya dicegah sejak dini. Ia mengaku lebih khawatir jika praktik itu dijalankan secara terorganisir.
“Kalau mereka datang sendiri-sendiri mungkin masih sulit dilacak. Tapi kalau sudah ada pihak yang mengatur, itu yang harus diwaspadai,” sebut Politisi Gerindra itu.
Menurut legislator Dapil PPU dan Paser ini, deteksi terhadap individu yang masuk tanpa jaringan cukup sulit. Namun, jika praktik ini berjalan secara sistematis, penindakan harus segera dilakukan.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan semua elemen masyarakat dan pemerintah dalam upaya pencegahan, bukan hanya menjadi tanggung jawab Satpol PP semata.
“Razia perlu dilakukan secara berkala di titik-titik rawan, dan itu tidak hanya menjadi tugas Satpol PP. Kepala desa, RT, bahkan masyarakat perlu dilibatkan,” ujarnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak sosial jangka panjang, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda yang tinggal di sekitar IKN.
“Hal-hal seperti ini bisa berdampak buruk bagi anak-anak kita yang belum memahami sisi gelap kehidupan sosial. Ini menjadi catatan penting,” pungkasnya.
Editor: Erwin