Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis kepada Korankaltim.com Senin (16/6/2025) hari ini.
Menurutnya, kebutuhan anggaran program tersebut akan terus meningkat signifikan hingga tahun 2030 dengan estimasi mencapai Rp1,5 Triliun.
Untuk tahun 2025 saja Pemprov Kaltim telah menganggarkan sekitar Rp185 Miliar yang masih difokuskan untuk mendanai mahasiswa baru. Tahun depan keperluan anggaran diperkirakan melonjak drastis menjadi sekitar Rp1,3 Triliun.
“Kenaikan ini terjadi karena GratisPol dirancang untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari tingkat sekolah dasar hingga pendidikan doktoral,” sebut Ananda.
Program ini menjadi satu strategi utama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Kaltim. GratisPol diharapkan menjadi solusi agar tak ada masyarakat yang tertinggal dalam mengakses pendidikan, terlepas dari latar belakang ekonomi.
“Fokus kami jelas: pendidikan harus bisa diakses semua orang tak hanya di level perguruan tinggi, tapi dari SD hingga S3 harus terjangkau,” tegas politisi dari PDI Perjuangan tersebut.
DPRD Kaltim akan terus berkoordinasi dengan pemprov untuk mengevaluasi kapasitas fiskal daerah dan optimis anggaran program ini dapat dipenuhi jika ada kerja sama lintas sektor dan perencanaan yang matang.
“Kami yakin, insya Allah kapasitas fiskal Kaltim mampu mendukung program ini. Yang terpenting, semua elemen harus bergerak bersama,” pungkas Ananda.
Editor: Aspian Nur