Acara berskala internasional ini akan menghadirkan perwakilan dari tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Sarkowi V. Zahry menilai bahwa kesempatan ini merupakan momen strategis untuk memperkuat citra dan posisi Kaltim di kawasan regional.
“Kita harus berterima kasih atas kepercayaan ini. Kaltim harus bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal, menjadi tuan rumah yang ramah dan profesional,” kata Sarkowi, Minggu (15/6/2025).
Lanjutnya, DPRD Kaltim telah memberikan dukungan dari sisi anggaran untuk menyukseskan penyelenggaraan DSBK ke-16.
Ia mengakui sempat muncul wacana pemangkasan anggaran dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar). Namun, keputusan tersebut dibatalkan setelah dilakukan diskusi bersama Sekda Kaltim.
“Isu pemangkasan akhirnya tidak dilanjutkan karena menyangkut reputasi daerah. Kaltim telah ditetapkan sejak lama sebagai tuan rumah, jadi harus dipersiapkan sebaik mungkin,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sarkowi juga menyoroti pentingnya menjadikan kegiatan ini sebagai panggung bagi pelaku seni dan budaya lokal.
Ia menekankan bahwa kualitas penyelenggaraan harus ditunjang dengan dukungan terhadap kreativitas seniman daerah.
Politisi Golkar itu mengapresiasi keberadaan Perda Pemajuan Kebudayaan yang telah disahkan di Kaltim, bahkan menjadi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.
“Saya yang memimpin pansusnya waktu itu. Sekarang, tinggal kita dorong implementasinya melalui Pergub yang sedang dipercepat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sarkowi menyampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon telah menyetujui alokasi dana sebesar Rp10 miliar untuk mendukung pengembangan sejarah Kutai dan Kaltim. Rencana tersebut akan dijalankan bersama Dewan Kesenian Kaltim.
Dalam kabar baik lainnya, Sarkowi menilai Surat Keputusan pendirian Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) di Kaltim telah terbit.
Menurutnya, hal ini akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan regenerasi seniman dan pelestarian budaya daerah.
“Dengan ISBI, masa depan kebudayaan Kaltim bisa lebih terjamin. Tinggal bagaimana ke depan kita memperkuat alokasi anggaran secara bertahap dan terukur,” pungkasnya.
Editor: Erwin