Video berdurasi pendek tersebut diunggah oleh akun Instagram @hukum_aja_dulu pada Selasa, 4 Juni 2025, dini hari. Potongan tersebut memperlihatkan sebagian pernyataan Syahril dalam aksi 100 hari evaluasi kinerja Pemkot Samarinda. Namun, menurut HMI video tersebut telah disunting secara sepihak dan menimbulkan kesan keliru terhadap isi orasi yang sebenarnya.
“Potongan video itu sangat menyesatkan. Publik tidak mendapatkan konteks utuh dari apa yang kami sampaikan dalam aksi. Ini bisa berdampak serius pada opini publik dan reputasi organisasi,” kata Syahril dalam keterangan resminya, Kamis (12/6/2025).
Ia menjelaskan, dalam orasi tersebut, HMI sebenarnya tengah menyuarakan keresahan masyarakat terdampak banjir. Namun penggalan video justru menampilkan narasi yang seolah-olah menyudutkan organisasi.
“Kami menyampaikan bahwa HMI ditunggangi oleh rakyat – oleh ibu-ibu yang kesulitan belanja karena banjir, oleh driver ojek online yang kehilangan pemasukan. Tapi bagian itu sengaja dipotong. Ini manipulasi,” jelasnya.
Merespons kejadian tersebut, Syahril telah melaporkan akun media sosial tersebut ke Polda Kalimantan Timur. Langkah hukum ini disebut sebagai upaya untuk mendorong pertanggungjawaban atas penyebaran informasi yang dianggap menyesatkan.
Namun lebih dari sekadar pelaporan, Syahril menekankan pentingnya pembenahan budaya digital di masyarakat, khususnya dalam pengelolaan konten media sosial.
“Kami bukan hanya bicara soal pencemaran nama baik. Ini tentang bagaimana ruang digital seharusnya dijaga integritasnya. Jangan hanya karena viral, orang bisa sembarangan mengedit dan menyebarkan potongan video tanpa mempertimbangkan dampaknya,” ujarnya.
Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran bersama, terutama bagi pengelola akun-akun publik agar lebih berhati-hati dalam menyajikan informasi. Syahril juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi dan menyebarkan konten digital.
“Media sosial itu punya kekuatan besar dalam membentuk opini publik. Maka tanggung jawab moral dan etika dalam bermedsos tidak bisa diabaikan,” pungkasnya.
Editor: Erwin