Diketahui, peristiwa itu terekam dalam sebuah video amatir berdurasi 19 detik dan beredar luar di masyarakat yang memperlihatkan suara gesekan terjadi pada malam hari antara kapal tongkang dengan satu diantara bagian struktur dibawah jembatan tersebut.
Hingga Kamis (12/6/2025) sore ini belum ada laporan kerusakan structural, namun kepolisian menyatakan tengah menyelidiki dugaan tabrakan tersebut. “Masih tahap penyelidikan,” singkat Kasat Polairud Polresta Samarinda, AKP Rachmat Ariwibowo kepada Korankaltim.com hari ini.
Sementara ini selain melakukan penyelidikan mereka juga akan meminta keterangan kepada sejumlah kru kapal. “Kapal tidak diamankan tapi kami masih penyelidikan pemeriksaan krunya,” ungkapnya.
Insiden kapal pengangkut batu bara atau pengangkut barang lainnya menabrak jembatan bukan hal baru di Kota Samarinda dan paling sering terjadi pada Jembatan Mahakam. Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas tongkang pengangkut batu bara kerap menimbulkan ancaman bagi jembatan-jembatan utama di Samarinda termasuk Jembatan Mahulu yang menghubungkan Kelurahan Loa Buah, Sungai Kunjang dengan Kelurahan Sengkotek Samarinda Seberang, padahal Jembatan Mahulu merupakan akses penghubung penting masyarakat antarwilayah.
Hingga berita ini ditulis, pihak PT Pelindo IV Samarinda yang memiliki otoritas pengawasan lalu lintas pelayaran belum memberikan pernyataan resmi.
Editor: Aspian Nur