Sebanyak 2.000 peserta yang terdiri dari tenaga medis dan non-medis mengikuti tahapan seleksi setelah sebelumnya disaring dari total 6.000 pelamar.
Direktur Utama RS Mulya Medika, Andi Satya Adi Saputra menjelaskan kalau proses rekrutmen dilakukan secara terbuka dan transparan.
“Setiap peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa perlu mengenal siapa pun di manajemen. Selama mereka memenuhi kualifikasi, peluangnya terbuka lebar,” tegas Andi kepada Korankaltim.com pagi ini.
RS Mulya Medika menargetkan perekrutan sekitar 400 tenaga kerja. Untuk tenaga medis, formasi mencakup perawat dan bidan, sementara tenaga non-medis yang dibutuhkan antara lain juru masak dan petugas laundry.
Pria yang juga dikenal sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim itu menyebutkan setiap posisi memiliki persyaratan khusus, seperti lulusan D3 atau D1 Kebidanan dengan sertifikat APN untuk formasi bidan.
Demi menjaga integritas proses seleksi, rumah sakit menggandeng PT TOS, konsultan rekrutmen independen dari Jakarta untuk memastikan tahapan berlangsung profesional dan bebas dari praktik kolusi, korupsi dan nepotisme.
Editor: Aspian Nur