Sebelumnya, pada hari Minggu (8/6/2025) kemarin, beredar sebuah video yang menampilkan orang tak dikenal melakukan penyerangan, pengrusakan, hingga pemukulan terhadap Kepala Desa Muara Muntai.
Aksi tersebut menurut informasi yang beredar dipicu kesalahpahaman, Kepala Desa mengundang Pelindo ke desa, sehingga orang-orang ini merasa mata pencaharian mereka terancam.
General Manager Pelindo Regional IV Samarinda, Capt. Suparman, menyatakan bahwa aktivitas usaha pemanduan dan penundaan kapal di wilayah Desa Muara Muntai Ilir sudah sesuai dengan keputusan resmi dari Pemerintah Pusat.
Kegiatan yang berlokasi di wilayah tersebut sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor KP-DJPL 225 Tahun 2025 tentang Pemberian Pelimpahan kepada Badan Usaha Pelabuhan PT. Pelabuhan Indonesia (Persero).
“Guna melakukan pelayanan jasa pemanduan dan penundaan kapal di Perairan Pelabuhan Samarinda, hingga Muara Muntai yang melewati Jembatan Martadipura, Perairan Muara Jawa dan Perairan Kuala Samboja,” ujar Suparman, Rabu (11/7/2025).
Selain itu, ia menerangkan pelaksanaan pelayanan ini juga telah sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 244 Tahun 2021 Tentang Penetapan Perairan Wajub Pandu Kelas I.
“Berlandaskan keputusan ini, kita juga sudah melakukan sosialisasi pelayanan pemanduan dan penundaan kapal di daerah Muara Muntai kepada unsur terkait,” ucapnya.
Dari hasil kegiatan tersebut, salah satu pembahasannya ialah pelaksanaan mulainya pelayanan pemanduan dan penundaan kapal di perairan Muara Muntai pada Senin (9/6/2025).
Kemudian ungkap Suparman, pada hari Minggu (8/6/2025) awalnya pihak Pelindo terlebih dulu berencana melakukan serangkaian persiapan untuk aktivitas pemanduan kapal.
“Kita juga telah menugaskan tim yang akan melaksanakan persiapan Go-Live pelayanan dan telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk pemerintah desa,” katanya.
Tetapi menurut Suparman pada saat tim tiba di titik penjemputan di Muara Muntai, pihaknya mendapat informasi bahwa terdapat aksi protes yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal.
Lalu atas dasar informasi tersebut pihaknya langsung melakukan koordinasi ke pihak-pihak terkait dengan alasan keselamatan.
“Saat adanya kejadian ini, tim yang seharusnya bertugas di sana kita kembalikan ke Samarinda untuk persiapan lebih lanjut, serta menunggu kondisi lebih kondusif,” tutupnya.
Editor: Erwin