Sejumlah panitia kurban di masjid dan langgar mulai menerapkan langkah-langkah pengurangan penggunaan plastik, menyesuaikan dengan Surat Edaran Wali Kota Samarinda yang mendorong perayaan kurban tanpa sampah plastik.
Salah satu komitmen tersebut ditunjukkan oleh panitia Langgar Al-Qudsi di Jalan Pangeran Suryanata, Gang Misna.
Mereka meminimalkan penggunaan kantong plastik dan mengimbau warga membawa wadah sendiri saat pengambilan daging kurban.
“Kami mematuhi surat edaran itu, meminta warga kalau bisa membawa wadah sendiri sebagai bentuk dukungan terhadap lingkungan,” ujar Ketua Langgar Al-Qudsi sekaligus Panitia Kurban, Dimyati Mustofa kepada Korankaltim.com Jumat (6/6/2025).
Untuk bagian dalam hewan kurban seperti isi perut sapi biasanya dicuci di sungai dan sebagian dimasak bersama warga.
Sementara sampah lainnya dikumpulkan dan dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Tahun ini, panitia Langgar Al-Qudsi menyembelih empat ekor sapi dan tujuh ekor kambing hasil patungan warga sekitar.
Langkah ini selaras dengan Surat Edaran Wali Kota Samarinda Nomor 600.1.17.3/1103/100.12 tentang Pelaksanaan Iduladha Tanpa Sampah Plastik yang diterbitkan pada 28 Mei 2025.
Edaran tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dalam mengurangi timbulan sampah plastik pada hari besar keagamaan.
Dalam edaran itu, panitia kurban diminta untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai. Sebagai alternatif, dianjurkan penggunaan bahan ramah lingkungan seperti daun pisang, daun jati, atau wadah pakai ulang (reusable).
Pemerintah juga mendorong adanya pemilahan sampah di lokasi penyembelihan dan menurunkan satuan tugas untuk edukasi publik dan pengelolaan sampah.
“Jangan sampai daging sudah dibagi, tapi lingkungan masih dipenuhi sisa-sisa limbah. Itu bisa merusak kenyamanan warga sekitar,” tegas Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Karena itu, orang nomor satu di Kota Tepian itu ingin masyarakat menjaga kebersihan tidak hanya saat penyembelihan, tapi juga selama proses pengemasan dan distribusi daging berlangsung.
“Kami berharap itu dipatuhi dan dilaksanakan agar lingkungan tetap sehat. Kalau tidak bisa mengundang lalat, bau tidak sedap, dan membuat lingkungan jadi tidak nyaman,” pungkasnya.
Editor Aspian Nur