Kepulan asap tebal diiringi kobaran api yang muncul sekitar pukul 00.05 WITA diduga berawal dari sebuah butik di lantai II dalam mal.
Sontak saja kejadian itu membuat mal yang masih dikunjungi masyarakat terutama mereka yang sedang berada disekitaran Bioskop XXI langsung dipenuhi teriakan orang yang panik dan berhamburan berusaha menyelamatkan diri.
Mereka yang menginap di Hotel Fugo yang berada di kawasan mal pun ikut panik dan berhamburan keluar mencari lokasi yang lebih aman.
Tebalnya asap yang menyelimuti hampir seluruh lantai pada bangunan seluas 20 hektare dan memiliki enam lantai itu membuat petugas yang berusaha memadamkan api mengalami kendala karena selain jarak pandang terbatas juga diperlukan alat khusus agar petugas tidak mengalami sesak napas.
Informasi yang diperoleh Korankaltim.com dari Info Taruna Samarinda – Tim Reaksi Cepat (ITS-TRC) pagi tadi, kebakaran berlangsung sekitar dua jam lebih. Api baru bisa dipadamkan pukul 02.45 WITA. Area yang terbakar yaitu lantai atrium yang terdiri dari 7 stan atau tenan tempat berjualan dengan dua tenan lainnya terdampak.
Tak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini, namun ada sekitar tujuh orang dilarikan ke rumah sakit karena menggunakan ambulans karena mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal. “Rata-rata mereka yang terjebak di dalam Big Mall maupun Hotel Fugo mengalami sesak nafas dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Hermina, Dirgahayu, RSUD AW Sjahranie,” jelas relawan.
Mereka yang dilarikan ke RS Hermina disebutkan ada lima orang, satu orang ke RS Dirgahayu dan satu lagi ke RSUD AW Syahranie.
Dugaan sementara kebakaran berawal dari korsleting listrik di lantai II atau atrium Big Mall, namun sampai saat ini aparat kepolisian dari Polsekta Sungai Kunjang masih melakukan penyelidikan lebih mendalam.
Dalam pemadaman ini ada 18 truk tangka yang dikerahkan Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Samarinda bersama pihak swasta, ditambah 30 mesin portable milik relawan dan lampu emergency 10 buat yang digunakan karena saat kebakaran terjadi lampu di seluruh mal padam.
Editor: Aspian Nur