Peristiwa longsor yang terjadi pada akhir Mei 2025 disebabkan oleh intensitas hujan tinggi yang memicu pergeseran tanah di kawasan tebing pemakaman. Dari total 35 makam yang terkena dampak, sebagian besar sudah berhasil dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Sejak kejadian, tim gabungan dari BPBD, Dinas Perkim, Satpol PP, Damkar, dan sejumlah relawan telah dikerahkan oleh pemerintah daerah untuk menangani situasi.
Perwakilan Red Car BPBD Kaltim, David mengungkapkan bahwa proses pemindahan sempat terhenti sementara akibat keterbatasan bahan bakar solar untuk alat berat.
Namun, jika kondisi cuaca dinilai telah mendukung dan logistik yang kembali tersedia, pemindahan sisa makam terdampak di TPU Cempaka ditargetkan rampung, Selasa (3/6/2025).
“Sore ini solar sudah tersedia, jadi alat berat sudah bisa lanjut bekerja. Kalau tidak ada hambatan baru, besok seluruh makam selesai dipindahkan,” ujarnya kepada Korankaltim.com saat ditemui di lokasi, Senin (2/6/2025).
Selain bahan bakar, salah satu tantangan utama di lapangan adalah kondisi cuaca. Beberapa hari terakhir, Samarinda terus diguyur hujan, sehingga tanah di sekitar lokasi makin labil dan licin.
“Kami harus ekstra hati-hati. Selain menghormati jenazah, keselamatan tim juga prioritas utama,” jelasnya.
Dirinya menegaskan seluruh pemindahan makam dilakukan pemerintah lantaran telah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga.
“Kami pastikan semua sesuai prosedur, semua pihak keluarga terlibat dalam prosesnya,” pungkasnya.
Editor: Erwin