Menurut data dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), suhu di Arab Saudi, khususnya di Kota Makkah, belakangan ini mencapai angka ekstrem, yakni berkisar antara 42 hingga 46 derajat Celcius. Kondisi ini diperkirakan akan semakin panas seiring masuknya puncak musim panas pada Juni 2025.
Ketua Tim Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler Bidang PHU Kemenag Kaltim, Khaeruddin, menyebutkan bahwa laporan dari kelompok terbang (kloter) yang sudah berada di Tanah Suci juga mengonfirmasi hal tersebut.
Para jemaah haji gelombang pertama yang telah tiba di Madinah mengaku merasakan cuaca yang cukup terik dan menyengat.
“Maka dari itu jemaah haji kita (sebelumnya) sudah dihimbau untuk membawa semprotan muka, kemudian pakai pelembab, serta kacamata hitam,” ujar Khaerudin, Kamis (29/5/2025).
Hal ini dilakukan untuk mengurangi keringnya area kulit khususnya bagian wajah sehingga tidak menimbulkan iritasi.
Selain itu pihaknya selalu mengingatkan agar para jemaah asal Kaltim bisa menjaga kesehatan, serta jangan lupa untuk bisa memperbanyak minum air putih dan vitamin.
“Sementara itu yang selalu kita sampaikan kepada para jemaah. Agar dalam pelaksanaan ibadah haji mereka tetap sehat bugar. Dan kita harapkan semua jemaah tetap sehat hingga rangkaian haji selesai,” tutupnya.
Editor: Erwin