Salah satu sekolah yang terdampak cukup parah adalah SD Negeri 013 Samarinda Utara, di mana ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa. Kondisi ini mengganggu aktivitas siswa yang seharusnya mengikuti ujian semester.
Kepala SD Negeri 013 Samarinda Utara, Rasidi, menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian semester genap sulit dilakukan karena banjir yang cukup tinggi masih menggenangi lingkungan sekolah.
“Terpaksa ujian hari ini kita tunda dan akan kita paksakan besok, karena tinggi banjir ini tidak mungkin bisa kita gelar ujian,” ungkapnya, Selasa (27/5/2025).
Karena tidak bisa melaksanakan ujian atau asesmen hari ini, Rasidi mengatakan nanti pelaksanaan ujian berpotensi berlangsung hingga Sabtu dan Minggu akibat terkendala banjir.
“Ujian ini akan kita laksanakan dari besok sampai Sabtu dan seterusnya,” ujarnya.
Selain itu, SD Negeri 013 Samarinda Utara berencana akan melakukan kerja bakti untuk menghilangkan lumpur sisa banjir yang menggenang di kelas maupun di halaman sekolah.
“Insyaallah besok gotong royong bersihkan lumpur pasca banjir,” teranganya.
Sementara, Wakil Kepala SMP Negeri 6 Samarinda, Zainal Pahmiyadi mengatakan bahwa meskipun sekolah dilanda banjir, tapi pihaknya tetap melaksanakan ujian karena banyak murid yang sudah datang.
“Tapi kami mundurkan jadwal ujiannya karena mempertimbangkan bagi murid yang telat datang,” jelasnya.
Namun, bagi murid yang belum bisa hadir ujian hari ini akan diberikan jadwal susulan oleh sekolah. Mengingat situasi yang tidak bisa dipaksakan untuk hadir.
“Kalau yang belum bisa datang nanti akan kami jadwalkan ulang untuk ujian,” pungkasnya.
Editor: Erwin