Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso menjelaskan, kedalaman genangan air bervariasi antara 50 hingga 100 sentimeter (cm).
Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, curah hujan tercatat mencapai 50 hingga 83 milimeter (mm) per detik.
Tak hanya dipicu oleh hujan deras, kondisi turut dipengaruhi oleh fenomena backwater, yakni aliran balik dari Sungai Mahakam menuju Sungai Karang Mumus, lalu ke Sungai Karang Asam Kecil dan Karang Asam Besar.
Hal ini disebabkan oleh pasang besar di Sungai Mahakam yang mengakibatkan air tertahan di sejumlah titik.
“Hal ini menyebabkan kondisi fullbank, air tertahan karena volume sungai sudah penuh. Akibatnya genangan muncul di sejumlah dataran rendah,” terang Suwarso saat dikonfirmasi Korankaltim.com hari ini.
Sejumlah wilayah dengan curah hujan tinggi antara lain Kecamatan Samarinda Utara, Palaran, Sambutan, dan Samarinda Ilir dan Ulu yang mencapai 85 mm.
"Genangan terjadi di beberapa titik seperti Jalan Panjaitan, Kebun Agung, Simpang Lembuswana, Sempaja, hingga Palaran,” ungkapnya.
Mengantisipasi situasi ini, BPBD Samarinda telah menyiagakan seluruh armada, termasuk mobil Pengendalian Massa (Dalmas), kendaraan penyelamat (rescue), dan sejumlah perahu.
Seluruh unit tersebut disebar ke titik-titik rawan untuk membantu proses evakuasi warga, termasuk yang hendak menuju Bandara APT Pranoto.
Editor: Aspian Nur