Rekaman berdurasi singkat itu menampilkan beberapa remaja perempuan terlibat pertengkaran fisik di tempat terbuka, mulai beredar luas sejak Selasa malam (20/5/2025).
Menanggapi kejadian tersebut, Polsek Sungai Kunjang langsung turun tangan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Anggota kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran video tersebut dan meredam keresahan masyarakat," ujar Kasi Humas Polresta Samarinda, Ipda Ramli P. Sianturi, Rabu (21/5/2025).
Setelah dilakukan pengecekan ke sekolah terkait, diketahui bahwa insiden tersebut dipicu persoalan sepele terkait uang iuran sekolah. Perselisihan itu kemudian berujung pada tindakan kekerasan fisik antar siswi.
Pihak kepolisian telah memfasilitasi pertemuan antara para siswi yang terlibat serta orang tua masing-masing, dengan melibatkan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Samarinda.
"Semua pihak sepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan. Namun, masing-masing siswi juga diminta membuat surat pernyataan agar kejadian serupa tidak terulang," tambah Ramli.
Meski diselesaikan secara damai, aparat mengingatkan bahwa kekerasan di kalangan pelajar tetap menjadi persoalan serius yang perlu ditangani bersama oleh sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah.
Dinas Pendidikan Kota Samarinda sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun dipastikan akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan dan pembinaan siswa di sekolah-sekolah.
Fenomena kekerasan remaja ini dinilai menjadi sinyal penting bagi semua pihak untuk lebih serius memperhatikan kesehatan mental dan pengendalian emosi di kalangan pelajar.
Editor: Erwin