Dalam keterangannya, Ketua Aliansi Mitra Kaltim Bersatu (AMKB) Ivan Jaya menyebutkan, mereka membawa lima tuntutan dalam aksi tersebut.
“Kami meminta kenaikan tarif bersih pada layanan pengantaran penumpang bagi ojol online roda 2. serta meminta biaya-biaya tambahan yang dibebankan kepada pelanggan dihilangkan. Sehingga tarif yang dibayar pelanggan tidak terlalu mahal,” kata Ivan.
Selain itu para ojol juga meminta kehadiran dan ketetapan tarif dasar pada layanan pengantaran makanan dan barang bagi ojol roda dua atau motor.
Mereka juga meminta adanya ketentuan dan ketetapan tarif bersih pada layanan pengantaran penumpang taksi online roda empat atau mobil serta meminta biaya tambahan yang dibebankan kepada pelanggan tidak terlalu mahal. “Kami juga meminta adanya kehadiran Undang-Undang terkait transportasi online di Indonesia,” sebut Ivan lagi.
Terakhir, masa aksi juga meminta pemerintah pusat dan daerah untuk menghentikan promosi yang dilakukan oleh aplikator yang merugikan pendapatan mitra driver, diantaranya berupa program slot, jadwal operasional layanan, doubel order, mitra jarak dekat, akses hemat dan lain sebagainya.
Aksi yang dimulai pukul 10.00 WITA itu membuahkan hasil. Setidaknya pada pukul 11.30 WITA, beberapa perwakilan memasuki Kantor Gubernur dan berdialog dengan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji. Tak banyak pihak yang bisa masuk, termasuk pihak media yang hanya dibatasi sebanyak lima orang saja.
Editor: Aspian Nur