Hal itu disampaikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Damayanti. Ia menekankan pentingnya peran pemuda dalam membentuk masa depan bangsa.
Kemajuan dunia digital dapat membawa dampak negatif apabila tidak disikapi secara bijak, seperti menurunnya motivasi belajar dan berkurangnya tingkat produktivitas di kalangan anak muda.
Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena generasi muda yang tenggelam dalam dunia maya, khususnya media sosial dan hiburan digital, sehingga mengabaikan pentingnya pengembangan potensi diri.
“Sepuluh tahun lagi, kalian yang akan memegang tongkat estafet bangsa ini. Tapi kalau waktunya hanya dihabiskan untuk scroll media sosial sambil rebahan, bagaimana bisa siap menghadapi tantangan besar ke depan?,” kata Damayanti, Minggu (18/5/2025).
Lanjutnya, teknologi seharusnya menjadi sarana untuk memperkuat daya saing, bukan sebaliknya menjadikan generasi muda pasif dan kehilangan arah.
Politisi PKB itu mengajak anak muda untuk lebih kritis dalam menghadapi derasnya arus informasi serta pengaruh budaya asing yang datang melalui berbagai platform digital.
Ia menekankan pentingnya membangun daya pikir, memperkaya literasi, dan memperkuat karakter sebagai benteng dalam menjaga jati diri bangsa.
“Setiap kemajuan punya dua sisi. Gunakan teknologi untuk belajar, berkarya dan berkembang. Jangan biarkan kalian terjerumus dalam tren yang tak membawa manfaat. Bacalah lebih banyak buku, gali lebih banyak pengetahuan,” pesannya.
Damayanti mengajak para pelajar dan mahasiswa untuk mulai menata diri dan mempersiapkan masa depan dengan keseriusan dan tekad kuat.
“Negara ini butuh pemimpin, bukan pengikut tren. Mulailah dari sekarang, bentuk karakter, bangun semangat, dan persiapkan diri menjadi agen perubahan,” tutupnya.
Editor: Erwin