Pasar Subuh Gabung Pasar Beluluq di Jalan PM Noor Dinilai Lebih Nyaman, Pengunjung Berharap Pemkot Samarinda Segera Perluas Parkir
2 menit baca0 kali dibaca

2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Pemindahan pedagang dari Pasar Subuh di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Samarinda Kota ke Pasar Beluluq Lingau Jalan PM Noor Samarinda Utara perlahan menunjukkan dampak positif.
Warga mengaku lebih nyaman berbelanja di lokasi baru yang dinilai lebih bersih dan tertata, seperti yang disampaikan Nur, warga Jalan Pemuda I, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang.
Wanita berusia 24 tahun itu mengaku sebelumnya juga kerap berbelanja di Pasar Subuh saat masih berada di Jalan Yos Sudarso namun kini dirinya mulai berbelanja ke Pasar Beluluq Lingau. “Disini lebih bersih dan tertata. Tempatnya juga lebih luas, jadi lebih nyaman karena akses belanjanya mudah,” kata Nur kepada Korankaltim.com Sabtu (18/5).
Meski demikian, Nur berharap ada perbaikan pada akses masuk dan perluasan lahan parkir untuk menunjang kenyamanan pengunjung. “Akses masuknya perlu diperbaiki biar pengunjung lebih mudah masuk. Parkir juga kalau bisa diperluas lagi,” harapnya.
Sehubungan dengan itu, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan tersebut. “PR saya sekarang bagaimana cara menambah lahan parkirnya karena kurang. Ternyata pedagang dari Pasar Subuh banyak menggunakan mobil,” jelas Marnabas belum lama ini.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sendiri telah berkoordinasi dengan pemilik lahan yang berada di depan pasar dan berencana membeli area tersebut, agar nantinya area pasar bisa langsung menghadap ke Jalan PM Noor.
“Sekarang sudah kami dekati yang punya lahan. Persoalannya, dia minta digantikan di tempat yang lain. Yang jelas dia mau bantu kita,” sebut Marnabas lagi.
Sebagai upaya pengembangan, Pemkot juga berencana membangun zona khusus untuk produk suvenir khas Samarinda, seperti manik-manik dari Desa Budaya Pampang. Fasilitas ini diharapkan menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung dan mendukung promosi budaya lokal.
Di sisi lain, Marnabas mengakui pasar murah bersubsidi memang efektif menarik pengunjung ke pasar. Namun ia mengingatkan kegiatan itu tidak bisa digelar terlalu sering karena berpotensi memicu inflasi. “Kasihan pedagang kalau keseringan digelar, nanti akan terjadi inflasi,” ungkapnya.
Editor: Aspian Nur

Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
7 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG