Diketahui pada pukul 06.00 WITA pagi tadi empat rumah di kawasan Belimau Lempake tertimbun tanah longsor imbas hujan deras yang mengguyur Kota Tepian sejak pukul 04.30 WITA jelang pagi.
Tebing di kawasan tersebut runtuh dan menimpa empat rumah warga. Satu dari empat rumah tersebut ternyata masih dihuni tiga orang yaitu Hamdana berusia 50 tahun dan dua putrinya Nurul Sakira berusia 17 tahun serta Fitri berusia 14 tahun. Ketiganya diduga sedang berada di dalam rumah saat longsor terjadi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Dody Setiawan menyebut laporan kejadian tersebut mereka terima sekitar pukul 08.20 WITA dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda dan masyarakat sekitar.
“Kami langsung mengerahkan satu tim rescue dari Pos SAR Samarinda ke lokasi kejadian,” jelas Dody kepada Korankaltim.com siang tadi.
Saat ini proses evakuasi masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, BPBD, relawan, dan warga setempat terus berupaya melakukan pencarian dan evakuasi di tengah kondisi medan yang sulit mengingat tanah longsor terdiri dari material tanah lembek bercampur pohon dan bebatuan kecil.
Dody mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah Samarinda untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras yang berlangsung lama.
“Cuaca di Samarinda sejak subuh memang diguyur hujan lebat. Akses menuju lokasi cukup sulit karena banyak genangan dan banjir disejumlah titik,” tutup Dody.
Editor: Aspian Nur